Bersama penutur asli, Alekawa gelar English weekend

0
45
views
Crew Alekawa bersama peserta English weekend

Memahami bahasa, melintasi budaya — Semangat inilah kira-kira yang ingin ditanamkan  oleh Alekawa language and cultre center saat mengelar English weekend Minggu (30/7/2017).  45 orang peserta antusias mengikuti  kegiatan yang diadakan di MAN  Pangkep kecamatan Ma’rang kabupaten Pangkep ini. Meskipun berlangsung selama sehari penuh para peserta tidak kehilangan semangatnya hingga akhir acara.

Kegiatan English weekend ini dimulai dengan berbagai games dipagi hari untuk menggakrabkan peserta dengan fasilitator tim Alekawa, kemudian dilanjutkan dengan materi yang secara khusus telah disiapkan sebelumnya oleh Tim.

Menariknya, tidak hanya melibatkan fasilitator lokal, tim Alekawa juga menghadirkan tiga warga negara asing sebagai fasilitator dalam kegiatan ini. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan rasa minder siswa dalam menggunakan bahasa Inggris jika sudah memiliki pengalaman interaksi dengan penutur asli bahasa Inggris. Selain itu mereka juga berbagi pengalaman budaya negara asal mereka dengan para peserta untuk membangun ketertarikan siswa dengan bahasa Inggris.

“Kepercayaan diri peserta adalah hal pertama yang ingin kami bangun.” ujar Fauzi ismail ketua tim fasilitator ditengah acara. “Selama ini umumnya siswa merasa malu atau bahkan takut ketika berbicara tentang bahasa Inggris sebagai mata pelajaran. Oleh karena itu, kami hadir agar peserta memiliki pengalaman yang menyenangkan dalam belajar.” Lanjutnya sambil memperhatikan kegiatan yang berlangsung.

Sejalan dengan hal ini, fakta yang ditemukan dari pantauan tim alekawa sebelum menggelar acara ini memang patut menjadi bahan pikir. Peserta sehari-hari lebih banyak menggunakan bahasa lokal bugis daripada bahasa Indonesia. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana praktek bahasa Inggris sehari-hari. Hal ini tentu saja perlu mendapat perhatian sebab kedepannya peserta akan membutuhkan skill ini selain untuk ujian nasional juga untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

Sebelum ditutup, para peserta kembali bermain game sembari menuliskan pengalaman mereka selama kegiatan di kertas dan menempelkannya di dinding. “semuanya merespon positif, bahkan sudah ada 20 orang yang mendaftar untuk gelombang kedua.”ujar Ihsan guru bahasa Inggris di Man Pangkep.

“Ini merupakan awal,” buka Nurlaila Jum pada pidato penutupannya.” Tujuan utama kami hadir hari ini untuk mengubah persepsi kalian (baca: peserta) bahwa belajar bahasa Inggris bisa menyenangkan. Pula agar kalian tidak perlu malu lagi ketika mencoba menggunakan bahasa Inggris baik di kelas atau di mana saja kalian ingin. Kalau mau belajar lebih intensif lagi dengan materi yang lebih varitatif kami siap untuk bekerja sama.” tutup perempuan yang menjabat direktur Alekawa ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here