AIR MATA ROHINGYA

0
16
views

 

Air mata bisu itu jatuh membasahi tubuh-tubuh suci mereka.
Gelombang ombak dan badai di lautan lepas menghempaskan tubuhnya, meremukkan jiwanya, hingga tubuh-tubuh kaku itu pasrah dipasung waktu.
Hamparan lautan menyajikan tubuh yang terombang ambing.
Bangkai-bangkai itu, mengambang di permukaan air mata, anak, istri, dan suaminya.

Lalu di daratan tempat asal mereka.
Rintihan dan erangan kesakitan mengiringi bejatnya api yang membara.
Membakar semua mimpi-mimpi tentang kedamaian, tentang cinta.
Dentumam-dentumam senjata silih berganti meneror tubuh tak berdaya.
Cambukan-cambukan terdengar garang, melesat pada tubuh-tubuh tak berdosa.

Aku, Kita dan Rohingya

Tak lagi kau dapati senyum
Tak lagi kau jumpai kebahagiaan

Tubuh-tubuh itu berakhir menjadi
tubuh-tubuh yang lapar,
Tubuh-tubuh yang sakit dan ketakutan

Lalu moral dan segala hal tentang etika memilih diam dengan dalih keyakinan yang sesat.
Para tetengik-tetengik itu, memilih berpesta ditengah-tengah mulut yang menengadah.
Mereka berbaur menelanjangi keyakinannya, merobek kemanusiaannya dan tersungkur dihadapan harta dan kekuasaan.
Dan
Ratusan ribu anak, istri dan suami, terlahir menjadi malapetaka.
Menjadi manusia yang tak berasal, dihindari, dihina, dicaci,
LALU DIBUNUH

MAKASSAR 6 SEPTEMBER

ABD FAJAR M DG MARASANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here