Aksi Berseni dan Berkemanusiaan untuk Rohingya

0
35
views

Makassar, apakabarkampus.com – Tindakan pembantaian suku Rohingya tengah menyedot perhatian dunia. Saat kebebasan menjadi hak tiap orang, masyarakat Rohingya menelan pahitnya pilihan memeluk keyakinan. Gadis kecil yang harusnya memberikan senyum manis, berakhir dengan leher yang terjerat tali.

Hal ini mengusik para pemuda – pemudi penggiat seni dan kemanusian untuk merespon penganiayan di Ronghiya. Long march yang dimulai dari depan gedung PWI dipenuhi dengan aksi teatrikal dan pembacaan puisi. Di akhir aksi ditutup doa bersama dengan khidmat di Flay Over.

Turut serta Lego-Lego Institute, TERKAM UNM, UKM SENI BUDAYA eSa, Lingkar Seni Kampus UIT, Jaringan Kemanusiaan, Kremas Yapma, PUSKESMAS, BSY YPUP dalam aliansi penggiat seni dan kemanusiaan.

Mengusung tema “Aku, Kita dan Rohingya” kegiatan ini berlangsung damai pada Rabu (6/9) di Jalan AP Pettarani hingga Fly Over.  Menuruta Aswar Sulvikar Parajai (Ketua Umum Lego-Lego Institute) Kampus Stikper Gunung Sari Makassara , “Misi kali ini bertujuan agar mereka yang berwenang bisa lebih serius dalam menyikapi keadaan di Rakhine Myanmar dan membuka ruang para pengungsi rohingya untuk menetap sementar waktu di Indonesia.”

Air Mata Rohingya karya Fajar Daeng Rasang menjadi salah satu puisi yang dibacakan.  “Semoga mereka yg mayoritas bisa menerima kaum2 minoritas tanpa membeda-bedakan, kebetulan aksi tadi dirangkaikan doa bersama,” ujarnya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here