Fibula atau Safety Pin yang lebih dikenal dengan Peniti

0
116
views

 

Apakabarkampus.com-Makassar. Pernahkah kita mendengar fibula atau safety pin?. Mungkin banyak diantara kita yang  tidak mengetahui benda yang satu ini. Akan tetapi hampir semua orang akan mengenal apabila kita menyebut kata peniti. Benda multifungsi yang pada awal kehadirannya didaftarkan  paten dengan nama safety pin ini telah membantu aktifitas masyarakat terutama dalam hal sandang dan fashion. Mengaitkan satu bahan kain dengan bahan kain lainnya. Bahkan kini fungsi peniti dikembangkan sebagai alat pengait pada bahan kain dengan papan lain seperti aksesoris bross, nama (name tag)  dan sebagainya.

Namun tahukah anda dari mana sesungguhnya asal muasal peniti tersebut?. Sebuah tulisan yang dilansir di situs Wikipedia.org menyebutkan bahwa peniti sesungguhnya ditemukan jauh sebelum era modern. Tepatnya pada abad ke-14 sebelum masehi (akhir zaman Mycenaean III). Masyarakat ada masa itu telah mengenal fibulae (fibula) dan digunakan untuk fungsi yang sama seperti peniti modern.Fibulae asli dijelaskan dalam buku karya Chr. Blinkenberg’s 1926  Fibules grecques et orientales.

Pada abad ke-18 tepatnya tahun 1849, keberadaan peniti kembali dipopulerkan seorang inventor asal Amerika yakni Walter Hunt (29 Juli 1796 – 8 Juni 1859). Dia adalah seorang mekanik Amerika yang lahir di Martinsburg, New York.

Ide kemunculan peniti ini sangat sederhana bahkan Hunt tak mengira bila dikemudian hari temuannya itu menjadi sangat terkenal dan digunakan masyarakat luas. Saat itu Hunt sedang butuh uang untuk membayar utang kepada temannya. Lantas ia pun sedikit berkreasi dengan memilin potongan kawat dan membentuk sebuah alat seperti peniti yang dilengkapi dengan mekanisme pegas sederhana dan cantelan tertutup.

Cantelan itu berfungsi ganda yakni untuk membentuk ikatan tertutup sehingga bisa mengencangkan kawat pada bahan yang akan dikencangkan, serta sebagai penutup ujung kawat yang runcing sehngga tidak membahayakan pengguna.

Dengan fungsinya untuk mengamankan para pengguna dari cidera, peniti temuan Hunt itupun disebut safety pin. Pada 10 April 1849, Walter Hunt diberikan US Paten nomor 6.281 untuk peniti temuannya.

Hunt pun kemudian menjual hak Paten karyanya itu kepada perusahaan WR Grace and Company seharga $400. Setelah itu diapun membayar utang kepada temannya sebesar $15. Sementara WR Grace and Company berhasil meraup  keuntungan jutaan dolar dari peniti temuan Hunt tersebut.

Dari pengalaman Hunt tersebut, untuk mendapatkan paten tidak harus menemukan teknologi yang rumit. Sebuah teknologi yang sederhana yang ditekankan pada fungsi praktis dapat didaftarkan kekayaan intelektualnya untuk mendapatkan sertifikat paten sederhana.  Yang paling penting sebuah karya atau penemuan untuk mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual adalah hal yang baru dan dapat dikomersilkan. Bagaimana anda tertarik mengikuti jejak Hunt?

 

Sumber :

https://www.dgip.go.id

https://en.wikipedia.org/wiki/walter_hunt_(inventor)

https://id.wikipedia.org/wiki/peniti

https://pixabay.com/en/safety-pins-pins-needle-sewing-166860/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here