Univeritas Indonesia Timur menjadi bagian Simposium APHI 2017

0
46
views
2 anggota APHI dari Universitas Indonesia Timur

Makassar, apakabarkampus.com-Universitas Indonesia Timur (UIT) menjadi bagian dari 20 utusan dalam agenda Simposium Asosiasi Pengajar Hukum Internasional (APHI) yang dilaksanakan oleh Universitas Andalas kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (07/09/2017).

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajar hukum internasional dalam mengkaji isu-isu strategis (Kontemporer) dan membahasnya secara bersama (Sharing Knowladge), memberikan pandangan hukum internasional serta berkontribusi pada hukum internasional yang ditelitinya. Agenda tahunan ini juga menjadi ajang diskusi bersama dengan Asosiasi Pengajar Hukum Internasional (APHI) dan mengembangkan potensi yang dimiliki para pengajar hukum internasional khususnya terkait dengan hukum dan hubungan internasional kontemporer.

Simposium Nasional ini mengangkat tema “Hukum Internasional dalam Geopolitik Dunia Kontemporer ; Perspektif dan Pengalaman Indonesia “. Keynote speaker dalam agenda kali ini adalah Dr. Eddy Pratomo, SH.,MH sebagai utusan khusus Presiden RI untuk penetapan batas maritim Republik Indonesia-Malaysia.

Ada 5 materi khusus yang akan dibahas dalam Simposium kali ini, diantaranya : (1) Penerapan suatu perjanjian internasional yang merupakan instrumen sumber hukum internasional masih menimbulkan perdebatan besar dari aspek politik hukum, pasal 11 UUD 1945 yang masih harus dipertegas lagi. (2) Tentang negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Salah satunya masalah interaksi antara Indonesia dan Malaysia dalam pengaturan wilayah perbatasan. (3) Kerja sama ASEAN merupakan bahasan penting berikutnya karena harapan bahwa ASEAN tetap menjadi soko guru politik luar negeri Indonesia, bahwa persatuan dan sentralitas ASEAN harus tetap dijaga oleh setiap negara anggota ASEAN dan diplomasi Indonesia diarahkan untuk memastikan hal ini. (4) Isu diskriminasi dan status warga etnis Rohingya merupakan masalah krusial sehingga penting menjadi perhatian para akademisi APHI karena menyoal dari perspektif hukum internasional yang tentu saja lebih jelas dasar hukum internasionalnya dan lebih jernih dalam penelaahan penyelesaian masalah masalah etnis Rohingya tersebut didasarkan pada argumen jernih posisi dan geopolitik dunia kontemporer. (5) Lanskap lingkungan strategis kawasan dan global akibat terpilihnya presiden Donald Trump yang tidak memiliki platform kebijakan luar negeri yang jelas berpengaruh terhadap dinamika lingkungan strategis dunia.

Diskusi para akademisi APHI tersebut merupakan gambaran besar dinamika lingkungan strategis global dan kawasan, menempatkannya secara proporsional dalam konteks hubungan internasional. Semoga hukum internasional semakin berkembang dalam kaitannya dengan kepentingan Indonesia menjaga keutuhan NKRI dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kami ucapkan selamat dan terima kasih kepada anggota APHI dari Universitas Indonesia Timur, Mira Kusuma Dewi, SH., M.Kn dan Lisa Mery, SH., MH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here