Baterai Water-Based yang Tidak Mudah Meledak

0
22
views

Komponen dalam setiap smartphone pasti tidak terlepas dari sebuah baterai. Namun tak jarang ada beberapa kejadian sempat tersiar mengenai rawan penggunaan dari komponen tersebut. Kembali mengingat insiden 7 Oktober 2016 lalu, pihak perusahaan ternama dari Korea Selatan terpaksa menarik seluruh produk Galaxy note 7 di peredaran karena meledak. Akibat cacat desain pada baterai yang digunakan. Namun tak ingin kejadian terulang, Samsung kembali melaksanakan tes kualitas pada produknya dengan memastikan keamanan penggunaan secara menyuluruh.

Terlepas dari upaya perbaikan produk. Beberapa perusahaan pun ikut melakukan penelitian tantang teknologi baru,  agar dapat mencegah resiko baterai meledak. Menurut informasi yang didapatkan, baru-baru ini tim peneiliti yang berasal dari University of Maryland sedang merancang pembuatan baterai yang berbasis air (water-based). Mengenai hal ini, mereka telah menerbitkan penelitian tersebut dalam jurnal Joule.

Saat ini umum digunakan pada baterai smartphone adalah jenis lithium-ion. Dalam komponennya terdapat  elektrolit yang berfungsi utama membantu memindahkan ion di antara elektroda. Namun karena elektrolit ini terbuat dari bahan kimia organik, maka bisa menyalakan api dalam beberapa kondisi. Oleh sebab itu, tim peneliti telah merancang baterai lithium ion yang memanfaatkan air sebagai pengganti bahan kimia organik.

Penemuan baterai water-based ini, diklaim memiliki kemampuan sama kuatnya dengan baterai yang menggunakan bahan kimia organik. Kelebihan lainnya adalah terbilang kuat sebagai pengganti bahan kimia dan tidak menimbulkan api. Sehingga tidak akan meledak. Elektroda baterai water-based ini mengandung lapisan yang tidak mudah rusak, saat terjadi kontak dengan elektrolit berbasis air. Kabar baiknya lagi, penemuan baru yang dikembangkan tersebut lebih mumpuni dari yang sudah ada.

Namun penemuan baterai water-based tersebut  masih memiliki kekurangan. Kapasitas isi ulangnya terbatas, hanya dapat berfungsi hingga 70 kali. Sedangkan Baterai smartphone standar memiliki daya 500 kali isi ulang. Tapi sangat patut diapresiasi, karena telah mengurangi sedikit kecemasan pada pengguna smarthphone yang takut baterainya meledak.

Sumber:

http://www.bbc.com/indonesia/majalah-38714538

https://www.beritateknologi.com/para-peneliti-menguji-baterai-berbasis-air-yang-tidak-akan-mudah-meledak/

http://gadget.jagatreview.com/2017/09/peneliti-kembangkan-baterai-berbasis-air/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here