Tari PEPE-PEPEKA RI MAKKA Sebagai Ruang Eksplorasi Gambar Di Malam Penutupan International Eight Festival 2017

0
120
views

Makassar, apakabarkampus.com – Tarian merupakan salah satu jenis kebudayaan yang dimiliki setiap daerah. Selama ini, tarian dikenal sebagai salah satu jenis keterampilan mengolah gerakan tubuh dengan iringan musik yang padu. Selain itu, tarian dianggap sebagai sesuatu yang sakral sehingga kerap dihadirkan dalam upacara-upacara sakral seperti pernikahan. Tarian biasanya menjadi pembuka atau penutup dalam sebuah acara.

Tarian dan musik biasanya menjadi dua hal yang padu dan selalu disandingkan dalam setiap acara. Namun, berbeda halnya di malam penutupan International Eight Festival 2017 kali ini. Sanggar Dancing Queen Studio Makassar mengolah tari Pepe-pepeka Ri Makka dalam konsep yang sedikit berbeda. Mereka memadukan dua unsur seni, yaitu seni gambar (lukis) dan seni tari. Menurut Muh. Yusran Syarif, salah seorang penari yang juga ikut tampil, tarian ini menjadi salah satu bentuk eksplorasi dari lukisan-lukisan yang ada di Fine Art ini. Mereka mencoba menyampaikan makna-makna dari setiap gambar yang dapat dilihat di Fine Art tersebut. Attala, yang juga ikut menari, menambahkan bahwa tidak semua pengunjung mungkin memahami makna dari setiap gambar, sebab itu kami mencoba menyampaikannya lewat gerak tubuh.

Aksi para penari dalam acara penutupan International Eight Festival 2017

Tari Pepe-pepeka Ri Makka, merupakan salah satu tarian khas Makassar yang dikenal mengandung unsur magis karena melibatkan api sebagai salah satu medianya. Para penari akan membawa obor yang nantinya akan disulut. Biasanya, api tersebut diarahkan pada temannya atau tubuhnya sendiri. Anehnya, karena mereka tidak akan terbakar. Hal serupa juga dilakukan oleh para penari dari Sanggar Dancing Queen Studio Makassar. Beberapa dari mereka membawa obor dan menyulutnya ke penonton. Sontak penonton riuh dan memberi tepuk tangan.

Para penonton yang sangat antusias melihat pementasan

Hal berbeda lainnya juga nampak dari kostum yang mereka kenakan. Jika penari lazimnya menggunakan baju daerah saat menari, mereka justru menggunakan pakaian hitam yang dibalut dengan kain berwarna emas. Atraksi demi atraksi dilakukan, bukan hanya menyulut api tetapi juga diiringi dengan gerak tubuh yang memukau. Para pengunjung di area Fine Art merasa sangat terhibur dengan tarian tersebut.
10/09/17.

 

Penulis: Ratu Bulqis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here