Precuneus, Bagian Otak yang Terganggu Pada Pasien Tinnitus(Telinga Berdengung)

0
54
views
http://www.dreamstime.com/stock-a-tinnitus-image37713634

Apakabarkampus.com-Tinitus adalah telinga berdenging, berdesir, atau jenis suara yang tampaknya berasal ditelinga atau kepala yang membingungkan dunia pengobatan dan pemahaman ilmiah. Sebuah penelitian yang dilakukan di universitas Illionis menemukan bahwa tinnitus kronis (tinnitus yang telah berlangsung lama) berkaitan dengan perubahan jaringan tertentu pada otak.

Tinnitus tidak dapat dilihat dan tidak dapat diukur dengan alat yang tersedia, seperti mengukur diabetes atau hipertensi, kata ketua penelitian Fatima Husain. Adanya suara yang terdengar terus-menerus ditelinga, tetapi tidak ada seorangpun yang dapat mendengar dan tidak ada yang percaya. Tinitus dapat disebabkan oleh beragam hal seperti  : Kotoran telinga, infeksi pada telinga, Tekanan darah tinggi, penyakit Meniere, dan penggunaan obat-obatan aspirin. Tinnitus dapat berupa tinnitus frekuensi rendah seperti bergemuruh, dan tinnitus frekuensi tinggi seperti berdenging.

Secara medis, kita hanya dapat mengatasi gejala-gejala, tidak mengobati penyakitnya, karena tidak diketahui penyebab dasarnya. Faktor yang berpengaruh terhadap rumitnya penelitian tinnitus  adalah variabilitas pada populasi pasien. Ada banyak variabel-misalnya, durasi, sebab, keparahan, bersamaan  dengan gangguan pendengaran, usia, jenis suara, telinga yang mana dan lain-lain -yang menyebabkan hasil penelitian yang tidak konsisten.

Penelitan yang dilakukan oleh Fatima Husain dari universitas Illinois, mengungkapkan adanya bagian otak yang berhubungan dengan tinnitus.   Menggunakan MRI fungsional untuk mencari pola fungsi dan struktur di otak, studi baru menemukan bahwa tinnitus sebenarnya berada di kepala pendengar – tepatnya dibagian precuneus.

Precuneus adalah bagian otak yang menghubungkan bagian otak yang memiliki fungsi yang berkebalikan, yaitu bagian belakang atau bagian perhatian yang bekerja pada saat ada sesuatu yang menarik perhatian seseorang dan bagian default yang bekerja saat orang dalam keadaan istirahat.

Bila bagian perhatian aktif , maka bagian default menjadi  tidak aktif, dan sebaliknya. kami menemukan bahwa precuneus pada pasien tinnitus tampaknya berperan dalam hubungan tersebut, kata sara schmidt, seorang mahasiswa pascasarjana dalam program neuroscinece sebagai penulis pertama makalah tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa, pada pasien dengan tinitus kronis, precuneus lebih terhubung ke bagian perhatian dan kurang terkoneksi ke bagian default. Jika tingkat keparahan tinnitus meningkat, begitu pula efek yang diamati pada jaringan saraf. Hasilnya dipublikasikan di jurnal neuroimage klinis. Dengan adanya penemuan ini diharapkan menjadi jalan untuk pengobatan yang tinnitus.

 

Journal Reference :

Sara A. Schmidt, jake Carpenter-Thompson, Fatima T. Husain. Connectivity of precuneus to the default mode and dorsal attention network: A possible invariant marker of long-term tinnitus. Neuroimage: Clinical, 2017;2017;16:196 DOI: 10.1016/j.nicl.2017.07.015

Penulis : Annisa Riska Yanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here