Bakar Karya Mahasiswa, Wakil Dekan III Diminta Turun Dari Jabatannya

0
38
views

Apakabarkampus.com – Pasca pembakaran karya mahasiswa hari jumat lalu 15 Oktober 2017, ratusan massa aksi dari 9 jurusan di Fakultas Sains & Teknologi UIN Alauddin Makassar menggelar aksi untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak fakultas atas kejadian tersebut di kampus II Samata, Gowa (18/9/2017).

Dalam aksi tersebut, massa aksi melontarkan kekecewaannya lantaran karya mahasiswa yang berupa patung phoenix, miniatur robot, dan baliho yang dipakai untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2017 dibakar dan dirusak pihak fakultas. Hal itu dinilai sebagai bentuk pembatasan kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam berkarya. Selain itu, aksi pembakaran juga dinilai sebagai tindakan represif dan tidak sesuai dengan isi surat edaran yang meminta atribut tersebut hanya diturunkan, tetapi malah dibakar sepihak oleh pihak fakultas tanpa sepengetahuan lembaga kemahasiswaan.

“Hal ini merupakan bentuk pembungkaman pihak fakultas yang notabene orangtua kita sendiri malah membatasi kreativitas & inovasi kita dalam berkarya untuk menyambut adik-adik mahasiswa baru. Maka dari itu, berkumpulnya kita disini meminta Ayahanda Wakil Dekan III Fakultas Saintek untuk bertanggungjawab dan turun dari jabatannya!” tutur Muhammad Syafaat selaku ketua Dewan Mahasiswa FST-UINAM dalam orasinya.

Aksi yang berlangsung di gedung fakultas saintek dan berakhir di gedung rektorat itu berlangsung damai sampai pukul 15.00 WITA. Massa aksi selain melakukan orasi, juga menyanyikan yel-yel serta meneriakkan sumpah mahasiswa Indonesia. Tidak berselang lama setelah didesak oleh massa aksi, akhirnya Dr. Ir. Ardi Suarda, M.Si selaku wakil dekan fakultas saintek turun menemui massa aksi. Dalam pernyataannya, pihak fakultas akan mendalami kasus tersebut sesuai aturan hukum berlaku. Apabila hal itu terbukti benar maka isi petisi yang ditandatangani pihak mahasiswa akan dipenuhi, termasuk tuntutan dirinya untuk turun dari jabatannya.

Setelah melakukan mediasi dengan pihak fakultas, massa aksi kemudian melanjutkan aksi ke gedung rektorat dan meminta pihak rektorat juga ikut andil dalam mengusut kasus tersebut. Setelah surat pengantar dari pihak mahasiswa ditandatangani dan kabar bahwa kasusnya akan dibahas dalam rapat pimpinan hari Kamis mendatang, maka massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib. Namun apabila solusi dari tuntutan mahasiswa tidak digubris ataupun tidak sesuai yang diinginkan, maka massa aksi akan tetap menggelar aksi yang besar dari yang dilakukan hari ini.

Penulis : Indar A
Foto : M. Ikram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here