Hujan Membantah Hoax Fenomena Ekuinoks

0
44
views

Apakabarkampus.com – Fenomena ekuinoks jatuh kemarin (23/9) pada pukul 3.30 wib. Beberapa hari sebelumnya masyarakat diresahkan dengan informasi fluktuatif suhu hingga 40 derajat. Kabarnya, fenomena Ekuinoks diiringi serangan panas atau heatstroke yang menyebabkan seseorang pingsan dan bisa mengalami kegagalan organ dalam. Dan ternyata, kabar itu cuma hoax belaka.  Bahkan di Makassar sendiri hampir sepanjang hari diguyur hujan.

Dilansir dari BMKG, ekuinoks bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang mengakibatkan peningkatan suhu udara ekstrem. Matahari yang jaraknya 150 juta km dari Bumi tidak akan berdampak peningkatan suhu ekstrem.

Ekuinoks merupakan fenomena tahunan di Indonesia . Dalam satu tahun Indonesia mengalami dua kali ekuinoks yakni vernal ekuinoks pada (21/3) dan autumnal ekuinoks pada (23/9) . Ketika Matahari sedang berada di titik ekuinoks, panjang siang dan malam akan sama yakni 12 jam.

Kita di khatulistiwa tidak pernah mengalami perbedaan panjang siang dan malam yang ekstrim seperti di Bumi belahan Utara ataupun Selatan. Saat ekuinoks, daerah di Indonesia yang berada di area garis khatulistiwa bisa menikmati hari tanpa bayangan. Pontianak, yang jadi ikon dengan Tugu Khatulistiwa akan menjadi salah satunya. Provinsi lainnya yang dilewati adalah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat (kota Pontianak), Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Penulis Irma Muhsen

Editor Irma Muhsen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here