Tergabung Dalam APR, Puluhan Mahasiswa Peringati Hari Tani Nasional 2017

0
40
views
aksi peringatan HTN ke-57

Makassar, apakabarkampus.com- Puluhan mahasiswa padati pertigaan Jl. A.P Pettarani-Hertasning dalam rang ka memperingati hari tani nasional (HTN) yang ke-57, Senin (25/09/2017).

Gerakan yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) mengusut tentang reforma agraria yang sedang dilancarkan pemerintahan Jokowi-JK yang dianggap sebagai reforma agraria palsu. Pasalnya, program ini tidak mampu menyelesaikan masalah agraria yang ada di Indonesia dan semakin menindas kaum tani Indonesia. Terbukti dengan masih banyaknya perampasan tanah dan semakin massifnya tindak kekerasan terhadap kaum tani.

Ilhan selaku ketua FMN Makassar mengungkapkan bahwa “Saat ini kondisi kaum tani semakin mengalami kemelorotan kualitas hidup. Kemiskinan dan kekerasan menjadi kondisi yang akrab setiap harinya”.

“Hari Tani Nasional ini juga dijadikan sebagai bahan refleksi bagi kita bahwa bukan hanya kaum tani saja yang menjadi korban kemiskinan. Kaum buruh, rakyat miskin kota dan mahasiswa juga banyak mengalami persoalan yang sama”

“Masalah dalam dunia pendidikan menjadi hal pokok yang mengangkat kasus DO 3 mahasiswa UIM, 8 mahasiswa UPRI, dan 1 mahasiswa UKI Paulus Makassar. Kasus DO sepihak oleh kampus tersebut merupakan bentuk nyata  terjadinya krisis demokrasi yang terjadi di dalam kampus” tambah mahasiswa FIP UNM tersebut.

Aksi yang berlangsung di 2 titik aksi (Fly Over dan Pertigaan Jalan Pettarani-Hertasning) dikawal pihak kepolisian dan mengusung 12 tuntutan, yaitu:

  1. Menolak RAPS palsu Jokowi-JK dan laksanakan reforma agraria sejati
  2. Stop perampasan tanah dan kriminalisasi terhadap kaum tani
  3. Cabut SK DO 3 mahasiswa UIM, 8 mahasiswa UPRI dan 1 mahasiswa UKI Paulus Makassar
  4. Mwnuntut PT.Lonsum untuk segera mengembalikan seluruh tanah rakyat berdasarkan hasil temuan tim verifikasi pemerintah kabupaten Bulukumba
  5. Menuntut pemerintah kabupaten Bulukumba untuk tidak memperpanjang kontrak hak guna usaha PT.Lonsum yang merugikan masyarkat adat Kajang selama puluhan tahun
  6. Hentikan segala bentuk reklamasi pantai yang merugikan rakyat
  7. Cabut UU DIKTI nomor 12 tahun 2012 dan hapuskan sistem pembayaran UKT
  8. Wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat
  9. Jalankan mekanisme pembagian beasiswa yang berkeadilan
  10. Berikan akses tanah terhadap masyarakat miskin perkotaan
  11. Berikan akses jalan kepada masyarakat kampung Berua yang ditutup oleh Bimob
  12. Cabut PP 78 tentang pengupahan dan PERPPU nomor 2 tahun 2017 tentang ORMAS.

Gerakan yang tergabung dari beberapa organisasi kemahasiswaan (FMN Makassar, SMI Makassar, BEM FT UKIP, BEM FE UKIP dan BEM FT UIM) ini berlangsung damai sampai berakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here