Menari Dapat Memperlambat Tanda-Tanda Penuaan diotak.

0
35
views

Apakabarkampus.com-Alzheimer dan Parkinson merupakan dua penyakit neurodegeneratif yang paling sering terjadi. Penyakit Alzheimer merupakan penyebab dua pertiga dari keseluruhan gejala pikun (berkisar pada berbagai studi dari 42 sampai 81%). Penyakit Alzheimer adalah penyakit pada syaraf yang sifatnya irreversible akibat penyakit ini berupa kerusakan ingatan, penilaian, pengambilan keputusan, orientasi fisik secara keselurahan dan pada cara berbicara.

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif kedua terbanyak, setelah penyakit Alzheimer. Parkinson dikarakteristikan secara klinis dengan TRAP (Tremor, Rigiditas, Akinesia dan Postural Instability) dan secara patologis dengan kehilangan neuron pada substantia nigra, dan dimana saja yang berhubungan dengan adanya deposit protein ubiquinated pada sitoplasma neuron (Lewy bodies) dan inklusi pada proteinaseus seperti benang dalam neurit (Lewy neurites). Kejadian penyakit Parkinson sekitar 0,5-1% pada orang usia 65-69 tahun, meningkat 1-3% pada orang usia 80 tahun atau lebih.

Telah banyak dilakukan penelitian mengenai penyakit neurodegeneratif ini termasuk hubungannya dengan aktivitas fisik. Penelitian terkait hal tersebut yang telah dipublish disitus NCBI seperti Physical activity and risk of neurodegenartive disease: a systematic review of prospective evidence dan Role of physical exercise in Alzheimer’s disease mendapatkan kesimpulan adanya hubungan antara penyakit neurodegenerati dan aktifitas fisik.

Sebuah penelitian baru oleh Dr Rehfeld yang diterbitkan di open-access journal Frontiers in human neuroscience, menunjukkan bahwa berolahraga fisik secara rutin pada oang tua dapat memperlambat tanda-tanda penuaan di otak, dan menari merupakan aktivitas fisik yang paling memiliki efek dalam memperlambat tanda penuaan di otak. Dalam penelitian ini diberikan dua perlakuan yag berbeda kepada volunteer ( orang tua dengan rata-rata usia 68 tahun). Kelompok pertama melakukan olahraga kebugaran biasa seperti bersepeda sedangkan kelompok kedua menari dengan perubahan rutin setaip minggu. Perubahan seperti genre music dengan langkah, gerakan tangan, formasi, kecepatan dan rhitme yang diganti setiap minggu kedua.

Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kedua jenis latihan fisik meningkatkan area otak yang mengalami penurunan terakit dengan usia. Sebagai perbandingan, hanya aktivitas fisik berupa menari yang mengarah pada perubahan perilaku yang nyata dalam hal peningkatan keseimbangan. Tantangan yang diberikan pada kelompok perlakuan menari untuk melihat perbedaan nyata dalam aspek keseimbangan tubuh diantara para partisipan. Dr Rehfeld dan rekan-rekannya sedang membangun penelitian ini untuk menguji program kebugaran baru yang berpotensi memaksimalkan efek anti penuaan pada otak.

 

Journal Reference :

Kathrin et all. Dancing or Fitness Sport ? The effects of Two Training Programs on Hippocampal Plasticity and Balance Abilities in Healthy Senior. Frontiers in Human Neuroscience, 2017

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here