Di Bawah Phinisi Makassar

0
50
views

Gugusan bintang-bintang menampar ingatanku setelah kujumpai dirimu pada pertemuan pagi tadi, telah lama kutunggu hari itu tiba, tapi baru kali ini terkabulkan olehmu.

Malam ini sangatlah gelap sebetulnya, tak ada rembulan kali ini, hanya gugusan bintang dengan cahaya mungilnya jadikan gelap tampak berwarna.

Seperti pula detak jantungku mengisyaratkan bahwa detakan ini akan mampu membuatku hidup lebih lama lagi hanya untuk melihatmu tumbuh bahagia dengan keluarga idamanmu.

Walaupun kusadar, bukan aku surga yang selalu terucap oleh lisanmu pada setiap sujud persembahanmu pada-Nya.

Aku tau, ingin sekali kupunyai waktu seperti tadi dan kuserahkan seluruh doa dan usahaku kepada Tuhan agar kita dapat berjalan bersama di atas jalan cinta para pejuang.

Malam ini telah kudendangkan bahagiaku karena telah dapat melihati dirimu dalam keadaan baik-baik saja.

Tepat di bawah Pinisi dengan pelatarannya yang luas sebagaimana lapangnya hatimu setiap waktu sekalipun tanpaku.

Melihatmu tumbuh sehat dan cantik, adalah bahagia untukku yang terselip jauh berlapis dinding rahasia dalam inti jantungku.

Senin, 10 Juli 2017

Penulis: Adji Sukman

Editor: Zul Khulafair M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here