Prof. Dr. Ir. Tien R Muchtadi M.S. Guru Besar IPB yang Menjadi Tokoh Promosi KI

0
224
views

Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, M.S. atau akrab disapa ibu Tien, lahir di Bogor pada tahun 1948. Ia adalah Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan pada Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Setelah memperoleh gelar kesarjanaan dalam bidang Teknologi Hasil Pertanian dari Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian, IPB (1975), kemudian melanjutkan studinya untuk mendapatkan gelar Magister Sains (M.S.) dalam bidang Ilmu Pangan pada Program Pascasarjana, IPB (1980), dan Doktor (Dr.) dalam bidang Ilmu dan Teknologi Pangan pada Program Doktoral, IPB (1992).

Hingga saat ini lebih dari 150 judul karya ilmiah yang telah berhasil dipublikasikan dalam bentuk buku, monograf, bahan pengajaran, petunjuk laboratorium maupun karya ilmiah hasil penelitian. Dengan pengalaman profesionalnya, wanita yang pernah menerima penghargaan Parama Boga Nugraha dari Menteri Pangan dan Hortikultura (1999) ini juga dipercaya sebagai pembicara dalam berbagai seminar di tingkat nasional serta konsultan bagi industri dan pemerintah. Selama karir profesionalnya, ia aktif dalam berbagai organisasi profesi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Disamping sebagai pemegang hak paten untuk invensi yang berjudul “Proses Pencegahan Penurunan Beta Karoten pada Minyak Sawit” (Patent 04 SekelumitKisah Sukses Pemilik HKI No. ID. 0002 269), ibu Tien merupakan salah satu penerima penghargaan HKI untuk kategori tokoh promosi HKI pada Pekan Apresiasi Nasional yang diselenggarakan Ditjen HKI dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tanggal 26 April 2011. Isteri dari Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, M.S. ini telah berjasa dalam membimbing dan memandu para peneliti dalam pembuatan pendaftaran paten. Dahulu para peneliti dan dosen merasa susah dan berat jika diminta untuk membuat draft sebagai satu rangkaian proses pendaftarkan hasil penelitian mereka ke kantor HKI. Namun berkat jasa ibu Tien, saat ini telah banyak peneliti maupun dosen yang mendaftarkan invensinya ke kantor HKI.

Wanita yang pernah terlibat dalam Tim Seleksi Proposal Penelitian P2 UBER HAKI dan Percepatan Perolehan Paten Bagi Peneliti Dosen Seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, DP3M-DIKTI Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998-2000) ini menjabarkan dari tahun 2000-2011, setiap tahunnya membina 12 lokasi dengan masing masing diambil ratarata 50 draft. Jadi kalau 12 lokasi dikali 50 dikali 10 tahun, hasilnya sekitar 6ribuan draft, sebuah hasil yang dinilai membantu program sosialisasi HKI.

Tidak hanya sampai di situ, wanita yang pernah menerima penghargaan sebagai Mitra Karya Bhakti Pertiwi dalam Supremasi Penghargaan Tertinggi Bagi Tokoh Nasional Berprestasi Nyata dalam Menunjang PJP II (1996) ini berharap adanya kelanjutan untuk mengantarkan para pemilik HKI ini ke puncak kesuksesan. Salah satu harapannya adalah adanya kerja sama yang seharusnya dilakukan Ditjen HKI dan kementerian terkait atau pelaku bisnis lainnya untuk memasarkan hasil invensi para peneliti ini.

Ibu Tien yang sudah dianugerahi 2 orang anak dan 4 orang cucu ini menambahkan, “Katakanlah saya sudah mendapatkan paten atau saya sudah memandu mereka mendapatkan paten, memang kalau di perguruan tinggi, hal itu mendapatkan kredit poin untuk naik pangkat, tetapi tidak sekedar itu saja. Kalau patennya tidak ada yang pakai atau tidak laku akan kena maintenance fee yang lumayan berat pertahun.”

 

Sumber :

http://ebook.dgip.go.id/media-hki/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here