Rindu yang Tak Pantas

0
62
views

Tatapannya sangat berbeda.
Bola matanya yang membelalak tajam pada satu titik.
Membuat bait-bait puisi nan indah tercipta.
Vokal yang terlontar, membuat tangga nada beriring dengan kepakan sayap yang entah kapan merekah.

Membawa diri terbang bersama alur yang dia buat dengan hebatnya.
Diri yang sedari dulu berdiri kokoh yang enggan menoleh kebawahpun.
Bertekuk lutut di hadapannya.

Memuja … Mengagunggakan …

Dan seketika menjadi budak atas hipnotisnya.
Getaran hati semakin membuat gairah untuk menjadi bagian dari dirinya.
Angin mengirim pesan yang beriring dengan debu.
Debu yang tiba-tiba menyayat hati, membisik, dan berteriak dengan kerasnya, seperti membentak atas apa yang terlintas.

Untuk memiliki dia sangatlah tidak wajar. Seperti malam yang ingin membuat para pekerja beraktivitas.
Di malam hari, bukan pada siang hari yang begitu terang.

Tertegun memandang diri di depan cermin. Mengingat semua yang telah terjadi.
Kesalahan yang indah, tapi enggan tuk ku ulangi.

Hati lirih, bergetar sambil berbisik pada dunia.

Aku bukan wanita yang pantas untuk dia.

 

 

Nurnaningsih Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here