Fructose-linked hypertension, A New Study

0
129
views

Apakabarkampus.com-Fruktosa merupakan  salah satu monomer karbohidrat. Fruktosa meupakan gula yang berasal dari buah-buahan. Konsumsi fruktosa  pada banyak minuman manis dan makanan olahan, berhubungan dengan diabetes, obesitas, sindrom metabolik dan hipertensi di A.S. dan di seluruh dunia.

Penelitian baru lebih lanjut mendukung hubungan ini, menemukan bahwa jumlah fruktosa yang tinggi  yang sesuai dengan  jumlah yang dikonsumsi dalam diet orang Amerika dapat mempengaruhi individu untuk mendertita hipertensi sensitif garam dengan onset cepat.

Karena minuman merupakan sumber gula tambahan yang paling umum dalam makanan Amerika, tim peneliti memberi tikus,  air minum dengan fruktosa 20 % – untuk menirukan konsumsi minuman ringan pada manusia – dan membandingkannya dengan tikus yang menerima air putih selain makanan mereka untuk dua minggu.

Selama minggu kedua, tikus yang menerima fruktosa 20 % juga diberi tambahan garam dalam dietnya.  Kombinasi  dari fruktosa dan garam tinggi yang diberikan di minggu kedua dengan cepat meningkatkan tekanan darah, mengakibatkan hipertensi”.

Fruktosa yang menyebabkan hipertensi dikaitkan dengan peningkatan retensi natrium, penurunan ekskresi natrium dan pengurangan faktor yang membantu mengeluarkan kelebihan garam dari tubuh. Pengamatan terhadap fruktosa yang menyebabkan hipertensi  ini hanya terlihat pada diet fruktosa dan garam tinggi dan bukan dengan diet garam normal,” kata Gordish.

Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kerusakan organ-organ target yang umum ditemui pada pasien hipertensi adalah : Jantung, otak, penyakit ginjal kronis, penyakit arteri perifer, dan retionapti. Beberapa peneliti menemukan bahwa penyebab kerusakan organ-organ tersebut dapat melalui akibat dari kenaikan tekanan darah pada organ atau karena efek tidak langsung, antara lain adanya autoantibodi terhadap reseptor AT1, angiotensin II, stress oksidatif, down regulation dari ekspresi nitric oxide synthase, dan lain-lain. Penelitian lain juga membuktikan bahwa diet tinggi garam dan sensitivitas terhadap garam berperan besar dalam timbulnya kerusakan organ target, misalnya kerusakan pembuluh darah akibat meningkatnya ekspresi transforming growth factor-β (TGF- β).

Lebih jauh, fruktosa memiliki efek merusak yang nyata pada ginjal yang tidak terlihat dengan jumlah glukosa yang sama. Secara keseluruhan, temuan ini meningkatkan perhatian  tentang jumlah fruktosa dan garam yang terdapat  dalam diet orang  Amerika.

The down side of your sweet and salty addiction: Rapid onset high blood pressure https://knowridge.com

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III Edisi IV. Ren Hipertensi hal. 110

By: Annisa Riska Yanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here