Epos I La Galigo : Warisan Budaya Dunia Asli Dari Bugis

0
207
views

Salah satu epos asli Indonesia yang disakralkan adalah epos I La Galigo. Epos ini kemudian disakralkan karena tidak sembarang orang yang boleh membacanya, bahkan sebelum dibaca terlebih dahulu harus diadakan ritual, seperti menyembelih sapi. Epos ini telah dinobatkan sebagai salah satu Memory Of The World (MOW) atau warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Sampai saat ini kisah lengkap I La Galigo masih minim diketahui banyak orang, bahkan pemuka-pemuka Bugis sendiri. Itu karena epos tersebut tertulis dalam bahasa Bugis kuno, semacam Sanskertanya Jawa. Terjemahan I La Galigo ke dalam bahasa Indonesia pun baru dua jilid. Satu terbitan PT Jembatan, satu Universitas Hassanudin. Meskipun terbitan itu hanya menceritakan seputar kehidupan Sawerigading saja, belum I la Galigo.

Pada zaman kolonial, Arung Pancana Toa yang merupakan perempuan bangsawan Bugis kala itu, menyalin ulang kisah I La Galigo. Kemudian salinan yang jumlahnya 12 jilid itu dibawa oleh Dr. B. F. Matthes ke Belanda. Kini salinan itu disimpan di KITLV Leiden, Belanda.

Naskah epos I La Galigo diyakini sebagai karya epos terpanjang di dunia, naskah yang tersimpan di KITLV Leiden tercatat terdiri dari enam ribu halaman dan 300 ribu baris, jelas itu belum termasuk naskah kuno dan cerita lisan lainnya selain koleksi yang ada. Saat ini, dari naskah kuno itu, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atas jasa Muhammad Salim yang berkesempatan meneliti epos ini langsung di Belanda. Selama lebih dari lima tahun, sejak 1989 hingga 1994, Salim bekerja keras mulai dari meng-copy naskah kuno yang tersimpan di Belanda. Naskah kuno itu nyaris rusak termakan usia. Setelah dicopy, Salim menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

I La Galigo sudah dipentaskan dengan sukses oleh sutradara teater Robert Wilson pada 2004. I La Galigo jadi perhatian dunia karenanya. Selain itu, ada pula kisah yang sudah dinovelkan oleh Dul Abdul Rahman, yakni I La Galigo Napak Tilas Manusia Pertama di Kerajaan Bumi dan I La Galigo 2: Gemuruh Batin Sang Penguasa Laut, keduanya terbit di tahun 2012.

Belum semua orang Indonesia mengenal cerita I La Galigo. Orang Indonesia masa kini lebih terjebak pada tontonan cerita berlatar negeri orang, termasuk tontonan drama India, Turki, ataupun Korea. Barangkali menunggu cerita ini diadaptasi menjadi sinetron atau film populer terlebih dahulu.

Referensi :

Tirto.id

Jendelasastra.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here