“KIAMAT” SEDANG BERLANGSUNG DI BUMI

0
137
views

Oleh : Arham Bahar

Apakabarkampus.com – Bumi yang sudah berusia sekitar 3,6 milyar tahun ini sesungguhnya telah mengalami banyak peristiwa kepunahan. Namun dari semua peristiwa kepunahan massal itu, para ilmuwan menyepakati 5 peristiwa kepunahan massal terbesar. Setiap kepunahan ditandai dengan musnahnya lebih dari sebagian besar jenis makhluk hidup yang menghuni bumi. Bentuk kepunahannya melingkupi wilayah ekologi yang luas, biasanya melibatkan lingkungan marin dan non-marin, tumbuhan dan hewan, yang berukuran mikro maupun makro. Semua peristiwa kepunahan massal melibatkan suatu sebab tunggal atau serangkaian sebab yang saling berhubungan. Pakar geologi memperkirakan 97% dari seluruh jenis makhluk hidup telah punah setidaknya dalam 500 juta tahun belakangan ini.
Berikut adalah penjelasannya;

1. Ordovisum Akhir (460 juta tahun lalu)
Kepunahan massal pada periode ini menyebabkan musnahnya 70% spesies. Utamanya adalah fauna lautan. Banyak karang yang menghilang, dan banyak famili dari brachipoda, echinodermata, ostrakoda, dan trilobit menghilang. Peristiwa kepunahan pada periode ini erat kaitannya dengan Pendinginan Global, peritiwa glasial di kutub selatan. Peristiwa glasial ini menyebabkan surutnya air secara global. Fauna-fauna dari kutub bergerak menuju wilayah tropis sementara fauna berdarah hangat mati akibat hilangnya wilayah tropis.

2. Devon Akhir (380 juta tahun lalu)
Kepunahan kembali melanda flora dan fauna laut. Tiga perempat dari seluruh spesies di Bumi punah pada peristiwa ini. Para ahli meyakini peristiwa Devon Akhir ini merupakan rangkaian peristiwa kepunahan masal dan bukan suatu peristiwa tunggal. Menurut Beton & Harper (1997) diperkirakan peristiwa kepunahan Devon Akhir ini berlangsung selama 10 juta tahun. Penyebabnya diperkirakan akibat peristiwa pendinginan akibat anoksia (hilangnya oksigen secara cepat) di laut. Selain itu ada kemungkinan peran objek ekstraterestial.

3. Permo-Trias (260 s.d. 250 juta tahun lalu)
Terkenal dengan sebutan “The Great Dying” karena 96% spesies punah pada peristiwa kepunahan ini. Dipercaya sebagai peristiwa kepunahan massal terbesar. Walupun begitu, Erwin (1993) dalam Benton & Harper (1997) menyebutnya sebagai peristiwa kepunahan massal yang paling sedikit diketahui. Peristiwa ini menandai batas antara Era Paleozoikum dan Mesozoikum.
Penyebabnya diperkirakan adalah erupsi besar gunungapi di Siberia yang sekarang dikenal sebagai Siberian Trap. Erupsi amat besar ini menyebabkan pelepasan gas, pemanasan global, dan juga anoksia.

4. Trias Akhir (236 s.d. 202 juta tahun lalu)
Peristiwa ini menjadi batas antara Trias dan Jura. Walaupun termasuk dalam peristiwa mayor namun peristiwa Trias Akhir ini tidak terlalu ekstensif. Peristiwa ini ditandai dengan menghilangnya sebagian besar ammonoid, sejumlah familia dari brachiopoda, bivalvia, gastropoda, dan reptil-reptil laut. Peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah amphibi dan reptil menghilang. Penyebab kepunahan masal Trias Akhir ini diperkirakan adalah perubahan iklim yang berasosiasi dengan terbelahnya Pangea dan terbukanya Atlantik.

5. Kapur-Paleogen (65 juta tahun lalu)
Perstiwa Kapur-Paleogen ini tampaknya merupakan kepunahan massal yang paling banyak diketahui oleh masyarakat. Ini dikarenakan menyebabkan punahnya tokoh pre-historis fenomenal, dinosaurus. Peristiwa ini menandai batas antara Paleozoikum dan Kenozoium. Sebelumnya peristiwa ini dikenal sebagai Kapur-Tersier, namun semenjak Tersier dihapus dalam skala waktu geologi, namanya menjadi Kapur-Paleogen. Penyebab dari kepunahan massal ini diperkirakan adalah perubahan cuaca dan juga tabrakan meteor. Penjelasan yang paling diterima adalahterjadinya hujan meteor di Kawah Chixculub, Meksiko.

Setelah kepunahan yang ke-5, Para pakar menemukan fakta telah terjadi kepunahan satwa liar dalam beberapa dekade terakhir ini yang dinilai berlangsung cukup cepat akibat kerusakan habitat, diburu, polusi racun, invasi oleh spesies asing dan perubahan iklim. Ditemukan juga fakta bahwa hampir separuh dari 177 spesies mamalia yang disurvei telah kehilangan lebih dari 80% distribusi mereka antara tahun 1900 dan 2015. Proses kepunahan dipercayai akan semakin cepat , akibat kelebihan populasi manusia dan pertumbuhan penduduk yang terus berlanjut dengan berbagai aktivitas yang mengakibatkani polusi dan pencemaran akibat pembersihan lahan, atau aktivitas penangkapan ikan yang berlebihan dan lain lain. Menurut para pakar fakta-fakta tersebut merupakan tanda sedang berlangsungnya kepunahan massal yang ke-6 dalam sejarah bumi, sebuah kepunahan yang diyakini sebagai kemusnahan yang paling parah dari kemusnahan sebelumnya.

Kita mungkin tidak sadar adanya kepunahan ini karena tidak ada yang pernah menghitung jumlah per individu disekitar kita dalam masa tertentu. Namun, ketika kita sadar bahwa kita telah menghilangkan 50 persen dari margasatwa bumi dalam 40 tahun terakhir, kemudian membayangkan bila kecenderungan ini berlanjut terus, maka kesimpulan akan mengarahkan kita pada suatu keyakinan sebentar lagi bumi akan kosong sebab spesies manusiapun akan mengalami kepunahan yang sama. Menurut Stephen Hawking seorang fisikawan dunia, spesies manusia hanya akan bertahan hidup dibumi kita ini antara 100 dan 1000 tahun lagi. Inikah yang dinamakan kiamat???

Penulis: Arham Bahar, Jeli 081117 (diolah dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here