MIM Hadirkan Pemateri Dari Sudan

0
32
views

Apakabarkampus.com – Mengucapkan 2 kalimat syahadat merupakan rukun Islam yang pertama, sekaligus syarat mutlak untuk masuk ke agama yang mulia ini.

Salah satu sub BAB pembahasan kitab ‘Ad-Durus Al-Muhimmah Li ‘Ammatil Ummah‘ yang berarti ‘Pelajaran Penting Untuk Kaum Muslimin’ adalah konsekuensi kalimat syahadat.

Selama bulan november ini, MIM (Markaz Imam Malik) menggelar Majelis Talaqqi yang mengkaji kitab yang di tulis oleh Syaikh Bin Baz rahimahullah tersebut.

Tepatnya setiap hari senin, rabu, dan jum’at, sekitar pukul 18.30 – 19.10 WITA, yang bertempat di Masjid Nurul Hikmah, jl. RSI Faisal 14 no. 14.

Di bawakan oleh Syaikh Yusuf Abdul Mannan, yang merupakan pakar bahasa dan ilmu-ilmu syar’i dari Sudan.

Selama majelis berlangsung, Syaikh Yusuf di dampingi oleh penerjemah dari MIM, yang tentu saja berkompeten dalam berbahasa Arab.

“Syahadat ini bukanlah hanya sekedar persaksian yang diucapkan secara lisan, namun ada kosekuensi-konsekuensi di dalamnya. Di antaranya, membenarkan semua yang diinformasikan Rosulullah,
mentaati apa yang di perintahkan-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan tidak beribadah melainkan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rosulullah.” Ujar Syaikh Yusuf, yang diterjemahkan oleh penerjemah dari MIM.

Beliau juga menggambarkan tentang pentingnya mengambil Islam secara keseluruhan (kaffah), “tidak boleh seseorang itu hanya merasa cukup dengan Al-Qur’an, ia juga harus mengambil sunnah Nabi. Karena itulah konsekuensi dari kalimat syahadat.” Pungkasnya.

Majelis Talaqqi ini, di rencanakan masih terus berlanjut selama bulan november ini.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here