Gema Pembebasan Komisariat Umi Gelar Diskusi, Ini yang Di Bahas

0
227
views

Apakabarkampus.com – Makassar (10/11), Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Komisariat UMI kembali melaksanakan GARIS (Gagasan Strategis Revolusi) dengan mengangkat tema ‘Rezim Mengidap Neolibaralisme Akut ?’, bersama Ibrahim, selaku pemateri.

Pemateri mengawali dengan penjelasan mengenai neoliberalisme itu sendiri, “neoliberalisme berasal dari kata ‘liberal‘ yakni kebebasan. Hanya menambahkan ‘isme‘ yaitu paham/pemahaman dan ‘neo‘ yaitu sesuatu yg baru. Jadi, neoliberalisme bisa dikatakan sebagai paham kebebasan gaya baru.”

Neoliberalisme juga bisa dikatakan sebuah upaya penjajahan gaya baru, baik itu dari UU (Undang-Undang) yang memang sejatinya pesanan asing, sumber daya alam, ekonomi, sosial, politik, kesehatan dan tak terkecuali BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang dijual kepada pihak swasta.

Kemudian pemateri bertaya, “apakah kita sedang terjajah atau memang sudah benar-benar merdeka?”

“Mungkin kalau keterjajahan secara fisik pasti tidak! tapi kalau dari segi UU, ekonomi, politik, serta sosial, dan budaya, kita masih terjajah  oleh para pemilik modal.” Tambahnya.

Lebih lanjut, pemateri menjelaskan bahwa rezim saat ini begitu jelas sedang mengidap neoliberalisme akut. Bgitu banyak yang diliberalisasi, baik SDA, BUMN, dan lain-lain, yang kemudian dijual kepada pihak swasta untuk mengelolahnya, seolah-olah negara berlepas tangan dengan semua itu. Dan  fungsi dari sebuah negara yang sejatinya sebagai produsen, dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat dari hasil-hasil dari pengolahan SDA dan BUMN, tapi yang terjadi malah sebaliknya, kemudian tugas negara diambiil alih oleh perusahaan-perusahaan swasta, dan negara berubah fungsi menjadi distributor.

“Dengan di liberalisasikan beberapa hal tadi, sangat berdampak besar kepada masyarakat, terlebih masyarakat kelas bawah, dimana masyarakat kelas bawah mengalami kondisi ekonomi yang sangat lemah, dimana kemudian subsidi-subsidi dicabut, seperti listrik, ini juga bisa berdampak pada bertambahnya pengangguran dan kemiskinan pada setiap tahunnya.” Pungkasnya.

Diakhir kegiatan, pemateri menutup dengan memberikan sebuah solusi dari permasalahan yang ada pada saat ini, yaitu menerapkan syariat Islam, maka liberalisasi seperti SDA akan terhenti, karena dalam syariat dijelaskan bahwa SDA itu adalah kepemilikan umum yang kemudian dikelolah oleh negara sebagai produsen, dan kemudian di distribusikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk, seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, serta keamanan. Itulah indahnya syariat Islam, yang dimana semua diatur dengan baik.

Kegiatan tersebut berjalan aman, lancar dan tertib.(*)

 

 

Sumber: GP Komsat UMI/Line

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here