Mr. Kalend: Jangan Belajar Bahasa Inggris Seperti Monyet Makan Manggis

0
364
views

Apakabarkampus.com – Bahasa Inggris yang saat ini merupakan bahasa internasional, penting kiranya untuk kita pelajari, agar mampu bersaing dengan dunia luar.

Tanpa kemampuan berbahasa Inggris, seseorang akan kesulitan mengembangkan jaringan, bisnis, dan studinya di luar negri.

Ahad (19/11) siang, Alfath Foundation menggelar seminar nasional dengan menghadirkan founder Kampung Inggris Pare—M. Kalend Osen—sebagai narasumber.

Di hadiri oleh sekitar 500-an peserta yang di dominasi mahasiswa(i), kegiatan ini juga menghadirkan Mr. Green sebagai pemateri.

Peserta bagian tengah

Kegiatan yang bertemakan ‘Glancingly to English‘ ini, bertempat di hotel Grand Asia, jl. Boulevard no. 10, Makassar.

“Ketika anda ingin menghasilkan sesuatu yang besar, maka lakukanlah hal yang besar pula.” Ujar Chief of Alfath Foundation—Awaluddin—saat memberikan sambutannya.

Awal kegiatan di mulai dengan penampilan tari mandar yang di bawakan oleh 4 orang penari, dengan mengenakan pakaian khas tari mandar.

Penampilan tari mandar

Mr. M. Kalend Osen selaku pemateri pertama, menyampaikan bahwa kebanyakan orang mengatakan bahasa Inggris itu bahasa munafik, “karena lain tulisan, lain juga bacanya.” Ujarnya.

Kemudian beliau melanjutkan dengan memberi sedikit motivasi, agar tetap konsisten dalam mempelajari bahasa internasional tersebut. “Jangan belajar bahasa Inggris seperti monyet makan manggis, awalnya manggis di kejar-kejar, namun ketika dapat, di makan sedikit, lalu di buang karena pahit. Padahal monyet tidak tau kalau di dalamnya ada rasa manis. Belajar bahasa Inggris itu pahit, namun ketika kita tekun dan sabar, akan ada kemanisan di dalamnya.” Tambahnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here