Ulat dapat menjadi solusi limbah plastik.

0
119
views

Apakabarkampus.com-Sekitar 12 juta ton sampah plastik yang diproduksi memasuki lautan setiap tahunnya. Sampah plastik yang tinggi ini memiliki dampak buruk pada satwa laut, termasuk makhluk laut dalam yang tinggal jauh dari daratan, yang baru-baru ini ditemukan mengandung jejak serat buatan manusia dan plastik.
Dari seluruh sampah plastik yang ada di laut dunia, 10 persennya disumbangkan oleh Indonesia. Tak ayal, Indonesia berada di posisi kedua setelah Cina sebagai negara yang paling berkontribusi menambah jumlah sampah plastik dunia. Melihat banyaknya jumlah sampah yang berada dilautan, maka diperlukan solusi penanggulangan limbah plastik selain daur ulang.

Awal tahun ini, para ilmuwan mengidentifikasi beberapa spesies ulat yang memakan dan mencerna plastik polietilena (jenis plastik yang paling umum). Peneliti menemukan bahwa didalam organ pencernaan serangga terdapat bakteri pencernaan yang dapat mengolah limbah plastik.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang proses tersebut, larva ngengat diberi polietilena sebelum bakteri usus mereka diperiksa, kata perneliti kepada Society of Environmental Toxicology and Chemistry di Amerika Utara.

Ulat yang mengonsumsi makanan dedak dan gandum pada ususnya sebagian besar didominasi oleh Turicibacter, sekelompok bakteri yang biasa ditemukan di saluran pencernaan hewan, Science News melaporkan. Sedangkan ulat yang memakan plastik memiliki bakteri dengan kadar yang lebih tinggi yaitu Tepidimonas, Pseudomonas, Rhizobiales dan Methylobacteriaceae.

Beberapa bakteri ini telah terbukti berkoloni dan membantu menurunkan plastik di laut, menurut rekan penulis studi Anisha Navlekar, dari Texas Tech University. Oleh karena itu, menyiram plastik tua dengan air yang telah dicampur bakteri serupa dapat membantu mempercepat proses degradasi.

  • Sumber :
    By : Annisa Riska Yanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here