MENITI JALAN SANG REVOLUSIONER SEJATI….

0
169
views
Mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas Makassar

Meniti Jalan Sang Revolusioner Sejati

Oleh : Muhammad Yusuf Uno (Mahasiswa S1 Fakultas Peternakan dan Koord. Kerohanian Himpunan Sosial Ekonomi Peternakan. Unhas)

            Setiap tanggal 12 Rabiulawal, umat muslim khususnya di Indoneseia memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Sebagian kaum muslim ada yang memperingatinya dengan penuh kekhusyukan dan ada sebagian kaum muslim yang menganggapnya perbuatan Bid’ah dengan dalih Rasulullah tidak pernah mencontohkan. Namun dalam tulisan ini, tidak membahas masalah hukum perbuatan melainkan kisah perjuangan seorang manusia luar biasa  yang mampu mengantarkan manusia dari kehinaan menjadi kemuliaan.

Sirah Nabawiyah merupakan paparan tentang niat kerasulan yang dibawa oleh Rasulullah kepada umat manusia. Tercakup di dalamnya ucapan, perilaku, arahan, serta jalan hidup yang beliau tempuh. Beliau mengubah jalan hidup. Beliau mengganti yang buruk menjadi baik , beliau membimbing manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya dari penyembahan terhadap makhluk menuju penyembahan hanya kepada Allah semata. dan kemudian peta sejarah berubah begitupun dengan jalan hidup manusia atas kerja keras semasa hidupnya.

Sebelum beliau diutus menebar rahmat, kondisi masyarakat Arab jahiliyah pada waktu itu sangat keji, konyol, dan menjijikan. Betapa tidak, kehidupan yang liberal dan amoral menghiasi masyarkat Arab waktu itu. Dimana lelaki dalam jumlah banyak menggauli seorang perempuan. Perempuan ini tidak menolak untuk disetubuhi oleh siapapun karena dia adalah seorang pelacur. Tandanya bisa di lihat dari adanya bendera khusus di depan pintunya. Kondisi demikian tidak jauh beda dengan negeri kita saat ini, dimana angka perzinahan meningkat pesat, tempat-tempat prostitusi tetap di legalkan yang sudah jelas menjadi sarang tempat perzinahan. Angka BPS 2014 mengungkapkan lebih dari 40 % siswi SMP-SMA tidak perawan lagi. Ini merupakan buah tatkala mereka menjauh dari agama.

Lalu bagaiamana dengan kondisi politik ekonominya? Ya, ini pun tidak jauh beda dengan kondisi sosialnya. Mereka yang menjadi penguasa berhak atas semua harta rampasan dan kekuasaan sementara mereka yang menjadi budak wajib membayar pajak dan denda. Lebih jelasnya rakyat menjadi ladang yang terus-menerus di gerogoti oleh penguasa. Penguasa hidup berfoya-foya memanjakan nafsu serakahnya, mengumbar keinginan, berbuat sewenang-wenang dan menebar permusuhan. Rakyat yang hidup berkubang kemiskinan, kezaliman, dan hak-hak mereka diabaikan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan negeri kita, dimana para penguasa condong pada korporat-korporat asing, kekayaan alam dengan mudah mereka serahkan pada komprador asing, rakyat kian terpuruk dalam kemiskinan. Angka kemiskinan menunjukkan kenaikan tiap tahunnya. Keadilan yang sulit di tegakkan. Ajaran-ajaran Islam di kriminalisasi bahkan para Ulamanya pun mendapat perlakuan yang sama. Adalah buah dari sekularisme yang meninggalkan peran agama dalam mengurusi kehidupan umat.

Ketika Rasulullah Saw di utus, dengan membawa kebenaran, beliau menghapus segala bentuk pemikiran dan sistem kehidupan jahiliyah dengan cahaya Islam yang mampu menerangi alam hampir 14 abad lamanya. Dakwah Islam yang di mulai pada fase mekkah kuarng lebih 13 tahun lamanya mendapatkan intimidasi dan boikot dari kafir Quraisy yang ingin memadamkan cahaya Islam.

Hal ini membuat beliau dengan gagah berani dan pantang mundur terus mendakwahkan Islam hingga dengan berurai air mata beliau mengatakan “Andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku bersedia meninggalkan perintah ini sampai Allah memenangkannya atau membinasakan karenanya. Demi Allah aku tidak akan tinggalkan.” inilah keteguhan hati seorang Utusan Allah yang akhirnya menerangi alam semesta dengan kerahmatan Islam yang di sebarkannya. Hingga pada fase Madinah di mana awal peradaban Islam itu dimulai sebagaimana sabda beliau “Agama ini akan sampai pada setiap tempat di mana ada malam dan siang, dan Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun kecuali agama ini akan masuk kedalamnya bersama kemuliaan orang yang mulia, atau kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang Allah muliakan dengan Islam dan kehinaan yang Allah hinakan dengan kekufuran (Hr. Ahmad, Hakim, Tabhrani dan Baihaqi).

Ini lah periode terakhir dari kehidupaan Rasulullah Saw. Periode ini menggambarkan kesuksesan dakwah Islam setelah jihad perang yang dilakukan oleh kaum muslimin di masanya. Perjalanan itu diwarnai dengan duka nestapa, perjuangan keras, fitnah, krisis, dan perang-perang yang menelan banyak korban lebih dari 20 tahun lamanya.

Pembebasan kota Mekkah dan di ikuti pembebasan daerah jazirah Arab mampu membangun imperium besar dengan tujuan mengawal dakwah dengan kekuatan politik. Dari awal ini lah sehingga Islam mampu menjadi Rahmatan Lil Alamiin, Rahmat bagi seluruh alam semesta selama 13 abad lamanya. Hal itu di tandai dengan berkembang pesatnya kehidupan masyarakat Arab setelah cahaya Islam menerangi kawasan Arab pada masa itu. Bahkan salah satu peneliti Michael Heart dalam bukunya “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” ia menempatkan Nabi Muhammad Saw sebagai manusia nomor satu paling berpengaruh di dunia karena mendakwahkan Islam yang bukan hanya sebagai Agama spiritual, tetapi juga agama yang mengatur segala aspek kehidupan baik kehidupan politik, sosial, budaya, ekonomi dan yang lainnya.

Kini Rasulullah Saw telah wafat. Baginda Nabi tercinta telah meninggalkan kita dengan banyak pengorbanan keringat, darah, serta jiwa dan hartanya. Maka patutlah kita merenunginya, sudah sejauh manakah kita mengorbankan jiwa dan harta kita demi kemuliaan Islam yang Allah janjikan sebagaimana Firman-Nya dalam Surah An-Nur ayat 55 bahwa Allah akan menjadikan umatnya sebagai orang-orang yang berkuasa di bumi, yakni menjadi para pemimpin manusia dan penguasa mereka. Dengan mereka negeri akan menjadi baik dan semua hamba Allah akan tunduk kepada mereka (Tafsir Ibnu Katsir).

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan pada kita dalam mengikuti perjuangan Nabi Muhammad Saw hingga nubuwwah beliau dapat kita wujudkan. Wallahu A’lam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here