Narkolepsi Bukan Hanya Sebatas Gangguan Tidur yang Berlebihan

0
54
views

Apakabarkampus.com- Akhir-akhir ini mungkin ada sering mendengar suatu gangguan tidur yang disebut narkolepsi yang menyebabkan seorang menjadi tiba-tiba tertidur saat melakukan aktivitas. Narkolepsi adalah kelainan tidur yang ditandai dengan kantuk yang berlebihan, kelumpuhan saat tidur (sleep paralysis), halusinasi, dan dalam beberapa kasus terjadi episode cataplexy (kehilangan tonus otot parsial atau total, sering dipicu oleh emosi yang kuat). Narkolepsi terjadi sama pada pria dan wanita dan diperkirakan mempengaruhi kira-kira 1 dari 2.000 orang. Gejala muncul pada masa kanak-kanak atau remaja, namun banyak orang memiliki gejala narkolepsi selama bertahun-tahun sebelum didiagnosis.

Orang dengan narkolepsi merasa sangat mengantuk di siang hari dan mungkin secara tidak sadar tertidur selama aktivitas normal. Mengapa orang denga narkolepsi dapat tiba-tiba tertidur lelap ? Dalam proses tidur ada dua fase yaitu  nonrapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM). Kebanyakan orang berada dalam fase NREM saat mereka pertama kali tertidur. Setelah sekitar 90 menit tidur, beralih dari fase NREM ke fase REM.

Bermimpi terjadi saat fase REM tidur. Selama REM, otot biasanya menjadi lemas. Ini menyebabkan kita tidak dapat melakukan sesuatu sepeti yang ada didalam mimpi kita. 

Orang yang memiliki narkolepsi sering jatuh ke dalam tidur REM dan cepat pula terbangun dari fase tersebut. 
Narkolepsi dengan cataplexy disebabkan oleh hilangnya zat kimia di otak yang disebut hypocretin. Hipokretin bekerja pada sistem kesadaran di otak, membuat kita terjaga dan mengatur siklus bangun tidur. Dalam narkolepsi, kumpulan sel yang menghasilkan hipokretin-terletak di daerah yang disebut hipotalamus-rusak atau hancur total. Tanpa hypocretin, orang tersebut mengalami kesulitan untuk tetap terjaga, dan juga mengalami gangguan pada siklus tidur-bangun normal.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kekurangan hypocretin meliputi:

1. Genetik
Beberapa orang mungkin mewarisi gen yang mempengaruhi hipokretin. Sampai 10 persen orang yang mengalami narkolepsi memiliki hubungan kekerabatan.
2. 
Infeksi.
3. 
Cedera otak disebabkan oleh kondisi seperti tumor otak, stroke, atau trauma (misalnya, kecelakaan mobil atau luka akibat militer).
4. 
Gangguan autoimun. Dengan kelainan ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel dan jaringan tubuh. Contoh kelainan autoimun adalah rheumatoid arthritis.
5. 
Tingkat histamin rendah, zat dalam darah yang mendorong kita tetap terjaga.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa toksin lingkungan dapat berperan dalam memicu narkolepsi. Racun bisa termasuk logam berat, pestisida dan pembunuh gulma, dan asap rokok bekas. Keturunan saja tidak menyebabkan narkolepsi, tetapi setidaknya satu faktor lain ikut terlibat untuk menjadi narcolepsy

Saat ini tidak ada obat untuk narkolepsi, namun pengobatan dan terapi perilaku (behavioral treatment ) dapat memperbaiki gejala -gejala yang timbul.
Narkolepsi didiagnosis dengan pemeriksaan fisik,anamnesis, serta melakukan sleep studypengobatan yang paling efektif merupakan kombinasi antara pengobatan dan perubahan perilaku.

 
 
By : Annisa Riska Yanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here