Satu Telur Satu Hari

0
19
views

Apakabarkampus.com-Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Dr. David Spence menunjukkan bahwa mengonsumsi kuning telur meningkatkan aterosklerosis dengan cara yang mirip dengan merokok.

Survei yang dilakukan pada lebih dari 1200 pasien, Spence menemukan konsumsi kuning telur secara teratur memiliki efek yang buruk, jika dihitung sama seperti 2/3 efek buruk yang ditimbulkan dari merokok yang berakibat pembentukan plak pada arteri karotis (arteri besar yang keluar dari jantung) yang merupakan faktor risiko stroke dan serangan jantung. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Atherosclerosis.

Para periset menemukan daerah plak karotis meningkat secara linier seiring bertambahnya usia setelah usia 40 tahun, namun meningkat secara eksponensial jika merokok dan mengonsumsi kuning telur selama bertahun-tahun.

Studi tersebut juga menemukan bahwa mereka yang makan tiga atau lebih kuning seminggu memiliki area plak yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang makan dua atau lebih sedikit kuning telur per minggu.

Namun Sebuah studi sebelumnya di tahun 2016 di American Journal of Clinical Nutrition menemukan makan 1 butir telur setiap hari tidak berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Hal ini sekaligus mematahkan mitos yang menyebut makan telur langsung meningkatkan kadar kolesterol tubuh.

Meskipun begitu, mengingat telur mengandung lemak jenuh, dan konsumsi lemak jenuh berlebih terbukti meningkatkan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh. Risiko penyakit jantung pun bisa bertambah. sebagai perbandingan, 1 butir telur besar mengandung 180 mg kolesterol. Sementara tiap orang dianjurkan mengonsumsi makanan mengandung kolesterol tidak lebih dari 300 mg per hari

Jumlah ini disarankan menjadi 200 mg per hari oleh American Heart Association and National Cholesterol Education Program (NCEP) untuk mereka yang mengidap penyakit jantung, diabetes tipe 2, atau kolesterol tinggi.

Karenanya American Heart Association menyarankan konsumsi telur maksimal 1 butir per hari atau 7 butir per minggu.

Peneliti sepakat bahwa jumlah konsumsi telur per hari perlu diperhatikan. Terlebih seseorang sulit memastikan berapa banyak telur atau produk makanan mengandung telur yang dikonsumsinya setiap minggu.

Science News : Eating egg yolk is almost as bad as smoking when it comes to coronary artery disease

Annisa Riska Yanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here