Masjid di BTP Hadirkan Anggota Komisi Fatwa MUI Jogjakarta di Makassar, Ini yang Dilakukan

0
36
views

Apakabarkampus.com – Kajian Islam dengan tema ‘Meraih Surga Dengan Meneladani Rosulullah saw’, sukses terselenggara pada sabtu (23/12) malam.

Bertempat di Masjid Mawaddah Warahmah, BTP Blok AD Keberkahan, Makassar, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan jamaah yang didominasi oleh kaum Adam.

Kajian Islam yang dihadiri puluhan jamaah

Kegiatan yang dibuka dengan tilawah Al-Qur’an ini, menghadirkan K.H. Muhammad Shiddiq Al Jawi—dosen STEI Hamfara Jogjakarta—sebagai pembicara.

Beliau memulai materinya dengan mengutip hadits Rosulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, ‘siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga.”.

Anggota komisi fatwa MUI Jogjakarta ini, juga mengungkapkan salah satu ciri orang yang tidak mau masuk surga, sekalipun lisannya mengatakan mau, “apa ciri orang yg tidak mau masuk surga? adalah tidak mau mengikuti Rosulullah, dan tidak mau meneladani Rosulullah.” Ujarnya.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa ada beberapa ummat Nabi Muhammad saw. yang mengikuti Nabi setengah-setengah, sebagian ia ikuti dan sebagai lagi tidak.

“Contohnya cara sholat, alhamdulillah tetap mengikuti Nabi, namun cara muamalat, cara interaksi sesama manusia, tidak diikuti. Jadi kalau mau mengikuti Rosulullah, ikuti secara keseluruhan, jangan setengah-setengah.” Pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan pembagian snack box untuk seluruh jamaah yang hadir.

Panitia menyediakan snack box untuk seluruh jamaah

Di antara 8 penanya, salah satunya adalah Idrus Dama, mahasiswa Unhas asal Gorontalo ini menanyakan tentang hukum BPJS (Badan Penyelengara Jaminan Sosial) Kesehatan dalam Islam.

K.H. Muhammad Shiddiq pun memberikan jawabannya, “BPJS Kesehatan pernah di bicarakan oleh MUI tahun 2015 di Tegal, kesimpulannya bahwa BPJS Kesehatan hukumnya haram, karana ada unsur judi (maisir), ketidakpastian (ghoror), dan riba.” Pungkasnya.

Kajian yang berakhir sekitar pukul 21.30 WITA ini, di tutup dengan doa bersama.(*)

 

Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here