Musyawarah ke-XII BEM FAI UIT berharap ada perbaikan.

0
184
views
seremonial pembukaan MUBES ke-XII BEM FAI UIT di hadiri oleh Ibu Nurmadiah selaku ketua PRODI yang mewakili Dekan FAI UIT

Apakabarkampus – Keluarga besar Fakultas Agama Islam (FAI) UIT gelar Musyawarah besar (MUBES) di gedung KNPI kota Makassar jalan AP Pettarani Makassar dengan Tema “Mempererat dan memperkuat ukhuwah mahasiswa melalui sinergitas BEM FAI UIT Makassar berkemajuan” Senin, (25/12).

MUBES kali ini dibuka oleh Nurmadiah selaku ketua Prodi yang mewakili Dekan FAI UIT, dan MUBES ini dilaksanakan sekali dalam setahun sesuai dengan periode kepengurusan lembaga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar yang telah di tentukan dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) kelembagaan internal FAI UIT.

Pada MUBES kali ini menurut Muhammad Fadhli selaku Ketua Panitia (KETUPAT) MUBES yang ke-XII, terdapat dua bakal calon (BALON) yang sudah di ketahui, yakni Zainal dan Kamsuddin yang keduanya adalah angkatan 2015 di Fakultas Agama Islam Universitas Indonesia Timur.

“Ya, pada MUBES yang ke-XII ini, sudah ada 2 BALON yang sudah kita ketahui dan telah mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon, mereka berdua adalah Zainal dan Kamsuddin yang keduanya ini adalah sama-sama angkatan 2015 di FAI UIT,” ucap Fadhli.

Dan kami sudah banyak sekali persiapan untuk sampai di hari MUBES yang sedang berlangsung, kami mempersiapkan mulai dari konsumsi sampai pada pengamanan, dan ini akan berakhir pada pukul 18.00 wita kalau berjalan dengan baik, sambung Fadhli.

Suasana MUBES BEM FAI UIT.

Lelaki yang badannya sedikit berisi itu melanjutkan lagi terkait soal bagaimana kondisi perpolitikan di fakultasnya, Menyoal soal perpolitikan kampus, saya kira kita bermain wajar saja yang penting bagaimana kita sepakati bersama sehingga musyawarah ini bisa berjala dengan baik, lanjutnya.

Ia pun mengutarakan harapannya, Harapan saya tidak banyak, hanya untuk bagaimana kita menyatukan semua pendapat dalam berbagai macam bendera-bendera atau berbagai macam kultur yang berbeda antara pemahaman satu dengan yang lainnya, itu lah yang ingin kita satukan sehingga menjadi sinergitas antara variabel tersebut dengan Lembaga Internal Fakultas Agama Islam itu sendiri yakni BEM dan MPM, harapnya.

Kemudian Inilah yang mungkin bisa kita bangun, melihat bagaimana kondisi yang lalu, terlalu banyak mahasiswa yang tidak mementingkan lembaga, acuh dan tidak mau tahu soal kelembagaan internalnya sendiri dan ini yang akan kita perbaiki nantinya, tutup Fadhli. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here