Kemenpora gelar pelatihan PPCO di Makassar

0
141
views
Foto bersama.

Apakabarkampus – Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) kembali menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga (PPCO) melalui Ikatan Mahasiswa Olahraga Republik Indonesia (IMORI) dengan tema ‘Cedera Bukan Akhir Dari Segalanya’ Kamis, (28/12)

Kegiatan ini berlansung di dua tempat yakni Ballroom Hotel Tree dan dilanjutkan di gedung pelatihan STIEM Amkop Makassar di hari berikutnya terhitung dari 28 hingga 30 Desember 2017.

Kegiatan Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga (PPCO) dianggap sangat penting sehingga dasar kegiatan tersebut dilaksanakan dan terselenggara di kota Makassar dari Pengurus Daerah Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia Sulawesi Selatan (IMORI Sul-Sel).

Foto bersama.

Antusiasme calon pendaftar pelatihan kegiatan tersebut sangatlah tinggi terlihat dari banyaknya jumlah calon peserta pelatihan yang mendaftarkan diri, namun mengingat peserta terbatas dan perwakilan dari setiap mahasiswa olahraga, atlet, guru olahraga dan pelatih dari masing-masing cabang olahraga.

Kegiatan PPCO dibuka lansung oleh Asdep Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Marheni Dyah Kusumawati.

Acara ini turut dihadiri pula Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Makasar (UNM) yang juga sebagai dewan pendamping IMORI Sulsel Arifuddin Usman, bukan hanya itu, hingga perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan (KONI Sul-Sel) Abraham Razak dan para peserta pegiat olahraga baik dalam maupun luar Sulawesi Selatan turut berpartisipasi pada kegaitan tersebut.

Dalam pidato pembukaannya Marheni Dyah Kusumawati menyampaikan bahwa olahraga itu perlu kolektifitas.

“Olahraga tidak bisa berjalan sendiri, harus bersama-sama, olahraga bukan punya orang olahraga atau tertentu, tetapi orang yang punya komitmen terhadap olahraga itu sendiri,” tutur Marheni.

Perempuan yang penuh semangat itu melanjutkan, kita harus bangun olahraga secara berkelanjutan, menguatkan SDM olahraga di daerah agar prestasi bisa kita raih. Ujarnya.

Adapun pemateri yang hadir memberikan ilmunya pada Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga seperti Basic Anatomi Tubuh yakni Dr. Abraham Razak, MS. AIFO/Binpres KONI Sulsel, dan Exercise Teraphy for Sport Injuries oleh Dr.dr. Muhammad Sakti, Sp.OT/Indonesian Orthopedic Society for Sport Medicine and Arthroscopy.

Selanjutnya terkait Macam-Macam Cedera dan Pertolongan Pertama Pada Cedera ini di bawakan oleh Prof.Dr.H. Hariadi Said, MS dan Peran Penting Mental Training Pasca Cedera oleh Dr. Mifthakhul Jannah,M.Si.,Psikolog serta Energi System and Nutrition for Athlet Dr.dr. Junaidi, SP.KO/Ketua Tim Dokter Indonesia Mix Martial Art One Pride TV One.

Dan terakhir adalah Doping oleh Kuswahyudi, S.Or.M.Pd/Lembaga Anti Doping Indonesia.

Arrahman selaku ketua panitia sekaligus mahasiswa Pendidikan Olahraga Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut.

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu Meningkatan sumber daya manusia (SDM) dibidang olahraga, performa atlet agar lebih maksimal dan juga sebagai persiapan Asian Games dan event-event olahraga lainnya,” ungkapnya.

Di sisi lain adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang sering terjadi pasca cedera olahraga baik dalam latihan maupun pada saat bertanding, dan ini perlu penanganan yang baik dan benar, maka berangkat dari sinilah Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga (PPCO) diselenggarakan, tutup Arrahman. (*)

 

Ramli Mahasiswa FIK UNM

Citizen Journalist : Ramli (Mahasiswa FIK UNM/IMORI SULSEL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here