Adi Rasyid Ali : Kami Minta Tambahan Kuota Atlet Cabor Tinju

0
58
views

Apakabarkampus.com-
Ketua Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali meminta penambahan kuota atlet cabor tinju di Porda XIV 2018 di kabupaten Pinrang.

‘’Kami minta tambahan kuota dari 70 menjadi minimal 120 atlet. Dan Alhamdulillah itu disetujui oleh  KONI Sulsel pada rapat Technical Delegate seluruh cabor,”  jelas Wakil Ketua DPRD Makassar ini, Jumat (5/1).

Menurur ARA, sapaan akrabnya, penambahan kuota itu wajar. Sebab Pengkab dan Pengkot yang aktif pada pelaksanaan Porda di Bantaeng juga sedikit. Hanya ada enam Pengkab/kota.

“Sekarang sudah ada 17 Pengkab dan Pengkot yang sudah terbentuk dan semua aktif membina petinju. Itulah alasan kami mengapa harus ada penambahan kuota,” ujar ARA.

Pada Porda XVI Pinrang 2018 akan melibatkan sedikitnya 27 cabang olahraga. Keputusan penambahan kuota atlet di sejumlah cabang-cabang olahraga pada Porda Pinrang diputuskan pada rapat seluruh Technical Delegate masing-masing cabang olahraga (Cabor) di kantor KONI Sulsel, Kamis (4/1) malam.

Khusus cabang olahraga tinju akan mempertandingkan 18 kelas, 10 kelas  kategori putra dan 8 kelas kategori putri. Masing-masing kabupaten/kota mengutus tujuh atletnya pada masing-masing kelas.

“Kami memang minta penambahan atlet minimal 120 orang dengan pertimbangan  agar para atlet tidak langsung lolos ke semifinal ketika tampil di Porda nanti,” tambah Sekretaris Umum Pertina Sulsel, Adam Simanjuntak.

Pertina Sulsel telah melaksanakan  seleksi atlet melalui Praporda di GOR Kodam XIV Hasanuddin pada 29 November sampai 2 Desember 2017. Hampir 200 petinju mengikuti ajang ini. Ini merupakan rekor baru jumlah peserta terbanyak selama pelaksanaan ajang yang sama sejak Pertina hadir di Sulsel.

Hasilnya, Kabupaten Maros keluar sebagai juara umum dengan mendulang tujuh medali. Masing-masing tiga emas, dua perak dan dua perunggu. Dari tujuh petinju yang lolos, satu diantaranya petinju putri.

Sementara itu khusus untuk tuan rumah, Pinrang yang secara otomatis lolos tanpa mengikuti babak kualifikasi, bisa mengisi seluruh kelas dengan catatan penyetoran nama dan data atlet hanya sampai batas waktu tanggal 10 Januari 2018.

‘’Jika lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan tidak meyetor nama maka akan didiskualifikasi tidak bisa ikut bertanding. Ini keputusan KONI Sulsel yang harus dipatuhi oleh seluruh cabor dan daerah. Ini bukan keputusan Pertina Sulsel,” papar Johni Muis, Wakil Ketua Pertina Sulsel yang juga bertindak sebagai Technical Delegate cabor tinju. (Humas Pertina Sulsel)

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here