Ujian Itu Bernama Cinta

0
64
views

Oleh: Achmad Rudianto

 

Tatkala aku hendak berhijrah, ujian demi ujian hadir menyapa. Benar apa kata guru-guru saya, “laksana ranting pohon, semakin tinggi ranting maka semakin tinggi pula goncangan yang menerpanya.” Semakin kuat pondasi iman seseorang, semakin kuat pula ujian yang harus dihadapi.

Ujian yang paling fenomenal dikalangan remaja yang hendak berhijrah adalah cinta, ia bak virus yang siap menjangkiti kaula muda.

Aku sadar cinta yang tidak dilandasi dengan aturan Islam akan berujung pada kehinaan, dan tatkala diri ini menanam harapan pada selain ALLAH (manusia) maka kelak aku akan mengetam buah yang bernama kecewa.

Saat itu aku mulai terpesona dengan indahnya sosok ciptaan Tuhan (ALLAH). Dan lagi-lagi aku tersadar bahwa itu adalah cinta yang salah.

“Jika aku mau, bisa saja aku mengajaknya pacaran, hanya saja aku tak sekejam itu,” bagiku pacaran itu kejam, karna mengajak pada jurang kemaksiatan yang berujung Neraka.

Begitu sempurna aturan ALLAH—Dzat Yang Maha Mengetahui fitrah manusia. Ia tidak melarang yang namanya CINTA yang dilarang itu berzina yang mengatasnamakan Cinta. (lihat: QS. Al-Isra: 32).

Aku tak pernah hawatir soal jodoh, ia tidak akan dekat dengan cara pacaran, ia juga tidak akan jauh hanya karena dengan status jofisa (jomblo fiisabilillah). Karena ALLAH telah menorehkan nama terbaik untukku diujung sana.

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here