Begini cara KOMA UIT Bangun Solidaritas.

0
79
views

Apakabarkampus.com – Keberhasilan sebuah organisasi mau pun komunitas adalah ketika ia mampu menyatukan presepsi yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Atas dasar ini lah Komunitas Manajemen Akuntansi (KOMA) Universitas Indonesia Timur (UIT) tetap menjaga solidaritas antar sesama anggota demi mencapai apa yang telah menjadi tujuan komunitas.

Selain aktivitas-aktivitas kampus  seperti kajian-kajian rutin yang dilakukan di KOMA, juga sering dilakukan kegiatan out door.

Kali ini KOMA gelar kegiatan out door  untuk rekreasi bersama dengan anggota baru. Namun karena KOMA adalah komunitas yang mengedepankan akademik sehingga setiap momen yang dilakukan selalu diisi hal-hal yang berhubungan dengan akademik.

Di sela-sela rekreasi juga diadakan diskusi selayang pandang tentang KOMA yang digelar pada malam hari dan  menghadirkan salah satu perintis berdirinya KOMA, Aji Sukman dan Ahmad Thoriq sebagai pembicara.

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari satu malam. Bertempat di Tanjung Bayang Makassar. Minggu, (21/01)

Kedua pembicara masing-masing membahas terkait dengan sejarah berdirinya KOMA.

“Untuk mendirikan koma butuh perjuangan yang luar bisa, selain banyaknya tantangan yang harus dilewati, kita harus mengorbankan hilangnya motor salah satu perintis berdirinya KOMA,” tutur Adji.

Ia melanjutkan, biaya untuk mendirikan koma itu cukup mahal karena harus ditukar dengan satu motor. Semoga para anggota KOMA tetap konsisten menjalankan apa yang menjadi visi misi kita bersama. Karena yang menyatukan kita di KOMA adalah pemikiran bukan warna kulit, bukan fisik, bukan kartu anggota dan juga bukan harta.

Ahmad selaku pembicara ke-2 juga menyatakan bahwa, semoga generasi penerus ini tetap membawa nama baik KOMA dan tetap mengingat bagaimana susah payahnya KOMA didirikan sebagai motivasi untuk terus berkarya, harapnya.

Selain materi selayang pandang yang sempat diturunkan pada malam hari, juga diturunkan materi bertajuk ‘Live in freedom’ pada siang hari yang dibawakan oleh Abdul Safrin selaku Dewan Pembina KOMA.

Abdul Safrin saat membawakan materi Live in Freedom.

“Silakan bermimpi selagi mimpi itu masih gratis dan buat mimpimu memiliki arah  tujuan yang jelas. Karena ketika kita bermimpi dengan memiliki tujuan maka ia akan bertahan dalam ruang tersebut. Jangan jadikan alasan keterbatasan orang tua untuk tidak bermimpi, ulasnya,“ ucap Safrin.

Ia melanjutkan, jangan surutkan nyalimu untuk mencapai tujuan karena sukses itu adalah akumulasi dari ribuan kegagalan. Manfaatkan setiap peluang yang ada kerena peluang tidak akan datang dua kali, jangan pernah manfaatkan peluang yang orang tua berikan di jalan yang salah, tegas Safrin.

Sesi Makan bersama.

Agenda ini diakhiri dengan sesi makan-makan dan berenang bersama. (*)

Citizen Journalist : Jusmah Indah (Bendum Koma UIT dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi UIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here