Adab-Adab Berukhuwah

0
14
views

Apakabarkampus.com – Kematian adalah sesuatu yang pasti, tidak peduli waktu, kondisi fisik, usia, ataupun jabatan, semuanya akan menemui Malaikat Maut.

Yang harusnya kita pikirkan bukan kematian, tapi bekal apa yang kita sediakan untuk menghadapinya.

Berbuat baik kepada sesama Muslim tentu juga bisa kita jadikan bekal, dengan syarat memurnikan niat hanya karena ALLAH.

Bertemakan ‘Adab-Adab Berukhuwah’, MIM (Markaz Imam Malik) kembali menggelar Kajian Spesial pada rabu (24/1) malam.

Ukhuwah adalah satu konsepsi Islam yang menyatakan bahwa setiap muslim dengan muslim lainnya pada hakikatnya adalah saudara. Landasan QS. Ali Imran 103. (Lihat: kompasiana.com).

Bertempat di Masjid Nurul Akhlaq, kompleks Pasar Hartaco Indah, Makassar, kajian ini diisi oleh ustadz Fakhrurrazi Anshar, B.Sh., M.A.

Ustadz Fakhrurrazi Anshar

Dalam muqaddimahnya (pembukaan), ustadz Fakhrurrazi mengatakan, “sebenar-benarnya mati adalah ketika hati yang mati.”

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan jamaah, dan disiarkan langsung di akun FB dan IG Ustadz Harman Tajang.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan perbedaan berteman antara muslim dan non muslim, “bisa jadi ketika kita berteman kepada si A, kemudian di akhirat baku (saling) tarik-tarik ke Surga. Bisa jadi si B yang berteman kepada si A, kemudian di akhirat sudah tidak bertemu. Dan bisa jadi si C berteman kepada si A, kemudian di akhirat baku tuduh-tuduh dan saling menyalahkan.”

Beliau pun mengutip QS. Al-Hujurat: 10 yang berbunyi: “Sesungguhnya kaum mukminin itu adalah bersaudara.”

“Satu musuh itu terlalu banyak, namun satu juta teman itu terlalu sedikit,” tambahnya.

Ketua dewan perwakilan luar negri Wahdah Islamiyah Sudan ini, juga menambahkan, “jika semua muslim menunaikan kewajibannya, maka semua muslim pun akan terpenuhi haknya. Sementara jika semua muslim hanya memikirkan haknya, maka bisa jadi tidak satu pun muslim yang akan terpenuhi haknya.”

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here