Fakultas Tehnik UMK Memanas.

0
95
views

Apakabarkampus.com – Mahasiswa Tehnik Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari melakukan aksi solidaritas 123 yang dihadiri oleh berbagai elemen Mahasiswa Fakultas Tehnik di Sulawesi Tenggara.

Selasa, (23/01) Mahasiswa Fakultas Tehnik kembali melakukan aksi untuk menindak lanjuti keputusan Rektor yang tidak berpihak pada mahasiswa dengan menelantarkan 8 pengajar prodi S1 Tehnik Arsitek UMK.

Lanjut dari pada itu, terlihat kebijakan rektor yang masih mempertahankan Dekan FT UMK yang jelas-jelas telah terbukti melakukan penyalahgunaan dana Studi Kuliah Lapangan (SKL) mahasiswa fakultas tehnik Arsitektur.

Situasi dalam kampus UMK saat aksi.

Aksi ini diberi nama sebagai aksi solidaritas 123 oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tehnik (BEM FT).

Pada aksi solidaritas 123 ini dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa fakultas tehnik di Sulawesi tenggara. Termasuk lembaga-lembaga kemahasiswaan internal kampus maupun luar kampus.

Mereka semua mengikuti aksi solidaritas 123 ini karena merasa terpanggil atas rasa persaudaraan sebagai seorang pelajar. Hal ini di ungkapkan oleh seorang mahasiswi dari Fakultas Tehnik (FT) Universitas Halu Oleo (UHO) kendari yang enggan disebutkan namanya.

“saya mengikuti aksi solidaritas 123 ini karena saya merasa terpanggil sebagai seorang saudara, karena sebagai mahasiswi Tehnik saya merasakan apa yang mereka rasakan, ini lah bentuk solidaritas kami terhadap sesama anak Tehnik,” ujarnya saat ditanyai terkait alasan mengapa dia ikut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Dan di tempat yang berbeda diungkapkan pula oleh seorang mahasiswa perwakilan dari Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA) ketika dipanggil untuk menyampaikan orasinya, ia menegaskan terkait eratnya persaudaraan Mahasiswa Tehnik.

“siapa yang bilang UMK hari ini sendirian, siapa yang bilang Tehnik hari ini sendirian, kita semua bersama-sama dari pelosok Sulawesi Tenggara menuju Kota Kendari ini bersama2 untuk menegakkan sebuah keadilan,” tegas dalam orasinya.

Para peserta Aksi dari berbagai elemen yang serba hitam-hitam.

Peserta aksi solidaritas 123 ini mulai dari samping eks MTQ berjalan kaki menuju UMK, mereka memulai berjalan dari jam 08.40 Wita pagi dan tiba di kampus Muhammadiyah kendari tepat pada pukul 11.07 Wita kemudian melanjutkan orasinya di dalam kampus UMK sambil menunggu keputusan rektor.

Tepat selesai sholat dzuhur, rektorpun belum memberikan keputusannya kepada Mahasiswa yang melakukan aksi solidaritas 123, maka dengan penuh kekecewaan para Mahsiswa Fakultas Tehnik UMK mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk mundur secara tidak terhormat dari Kampus Muhammadiyah Kendari, sesuai dengan ungkapan salah satuh peserta orasi tepat pada pukul 14.08 Wita.

“Hari ini juga berangkat dari keputusan rektorat, kami menyatakan sikap, kami mundur secara tidak terhormat dari Universitas Muhammadiyah Kendari ini, ingat lagi dan lagi Fakultas Tehnik yang kami cintai ternodai, kami berduka, ingat kebenaran tidak akan pernah ditutup-tutupi, ingat pak kami takkan pernah main-main. Perlawanan kami tidak berakhir hari ini, ingat pak hukum tidak buta pak, kami akan terus membawa permasalahan ini hingga kepada pihak-pihak yang berwajib,” tegasnya. (*)

Reporter : Risma (Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kendari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here