Hidup Di Mesir, Ibu Rumah Tangga Ini Meluangkan Waktu Untuk Menulis

0
25
views

Apakabarkampus.com-Rizki Ayu Amaliah. Ibu satu anak ini memilih ikut suami ke Mesir setelah menyelesaikan pendidikan strata satu di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar tahun 2015. Ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, budaya, bahasa dan cuaca di negeri para nabi.

Sebagai Ibu Rumah Tangga yang hari-harinya berkutat pada pekerjaan di rumah. Pagi-pagi mengurus makanan suami dan anak, memandikan anak, mencuci, menyapu, masak, semua pekerjaan Ia kerjakan sendiri dan sesekali dibantu suami. Aktifitas itu terus berulang setiap hari hingga akhirnya Ia berpikir “Saya mencintai pekerjaan ini dan ini kewajiban saya sebagai Ibu, tetapi apa yang mesti dibanggakan untuk anak-anak saya kelak? Saya bukan cendikiawan, bukan seniman, bukan pengusaha, tidak ada sesuatu yang bisa saya wariskan.” Ia kemudian mencoba meluangkan waktunya untuk menulis, setelah memilih vakum selama setahun.

Ibu Rumah Tangga yang bergelar Sarjana Qur’an ini pernah menjabat sebagai Ketua Forum Lingkar Pena UIN Alauddin Makassar, prinsip hidup yang selalu melekat dalam dirinya adalah “menulis menjadikan hidup lebih hidup, ketika berhenti menulis disitulah akhir dari kehidupan”.

Akhirnya, di tengah kesibukannya sebagai seorang istri dan seorang ibu, Ia berhasil merampungkan tulisannya dalam jangka sebulan. Ia menuturkan bahwa waktu yang Ia pergunakan untuk menulis hanya ketika anaknya tidur.

Buku JODOH KU HAFAL AL QUR’AN karya Rizki Ayu Amaliah yang diterbitkan oleh Quanta Kompas Gramedia Building ini, akan mulai beredar di seluruh gramedia yang ada di Indonesia pada 5 Februari 2018.

Sinopsis buku:
Orangtua mana yang tak bangga tatkala nama anaknya disebut sebagai hafiz atau hafizah. Lelaki atau wanita mana yang tak mengidamkan seorang penghafal al-Qur’an yang bukan hanya menjanjikan kebahagiaan di dunia tapi insyaAllah juga di akhirat?

Lalu, bagaimana dengan wanita yang memilih hidup bersama dengan lelaki yang hanya bermodalkan al-Qur’an semata? Kau tak perlu cemas. Boleh jadi Kau hanya makan ala kadarnya, tapi percayalah Ia tak akan membuatmu mati kelaparan.

Boleh jadi hidupmu sederhana, tapi Ia tak akan mungkin menyengsarakanmu karena yang Ia tawarkan hanyalah kebahagiaan. Tak perlu cemas sebab dirinya telah menyatu dengan al-Qur’an. Ia tahu tanggung jawab. Nikmatilah indahnya hidup bersama kekasih Tuhan. Ia tak mungkin menyakitimu apalagi menduakanmu. Ia tak mungkin acuh tak acuh terhadapmu apalagi menelantarkanmu.

Buku ini menceritakan kisah-kisah inspiratif para penghafal Qur’an. Kisah perjuangan dalam menghafal, menjaga dan memuliakan kalam Tuhan yang dikemas secara sederhana melalui potret kehidupan orang-orang di sekeliling penulis.

Penulis: Misbahuddin

Editor: Zul Khulafair

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here