Kubur dan Huru-Haranya

0
31
views

Apakabarkampus.com – Ratusan orang kembali memadati Masjid Agung 45, jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar, dalam rangka Ta’lim Spesial bersama ustadz Khalid Basalamah hafizhahullah. Jum’at (26/1) malam.

Acara dimulai ba’da (setelah) sholat magrib, namun masjid mulai dipadati mulai sekitar pukul 17.00 WITA.

Suasana ta’lim di masjid Agung 45, Makassar

Mengangkat tema ‘Kubur dan Huru-Haranya’, kegiatan ini berjalan lancar walau ustadz Khalid terlihat kurang fit.

“Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda, ‘jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’.” Kata ustadz Khalid saat mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad.

Kemudian beliau juga mengutip perkataan Hasan Al-Bashri tentang sikap ummat terdahulu terhadap dunia, “aku pernah bertemu orang-orang (sahabat Rosulullah) yang tidak pernah merasa sedih tentang kehilangannya di dunia, seperti hilangnya hartanya, tidak bertemu lagi dengan sahabatnya, hilang rumahnya, dan lain sebagainya.”

Lebih lanjut, beliau mulai membahas tentang kubur, “kuburan adalah awal tempat tinggal kita menuju ke akhirat.”

Beliau juga menjelaskan tentang apa itu sakaratul maut, “sakaratul maut adalah masa-masa tegang penantian dicabutnya ruh, bagi orang yang beriman, tentu akan mudah, namun bagi orang-orang yang kafir dan fasik, akan sangat menderita.”

“Kubur itu bisa jadi taman dari taman-taman Surga dan bisa juga jadi lubang dari lubang-lubang Neraka. Dan hal itu, di tentukan dari sekarang (selagi hidup),” tambahnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi tanya jawab. Tak lupa setelah itu, panitia menginformasikan bahwa hari ahad akan ada lagi majelis yang diisi oleh ustadz Khalid, tepatnya pada ba’da sholat dhuhur dan bertempat di Masjid Al-Markaz Al-Islami.

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here