Launching Buku ‘Menafsir Cinta’ Ungkap Makna Cinta yang Sesungguhnya

0
54
views

Apakabarkampus.com – Pembahasan yang paling sulit menemukan titik akhirnya adalah pembahasan tentang cinta, pembahasan yang sangat seru, apalagi oleh mereka yang tengah di ‘mabuk’ cinta.

Cinta satu kata penuh makna. Cinta tak ada logika. Cinta tak kan pernah ada habisnya dibahas oleh para penikmat cinta. Cinta datang begitu saja tanpa kata, isyarat maupun pengantar, langsung di hati penikmat cinta bila Pencipta menghendaki-Nya. Tak mengenal wajah, kulit maupun dengan siapa hatinya mulai bergetar dan mulai menyimpan ruang rindu di hatinya.

‘Menafsir Cinta’, judul buku puisi yang diterbitkan oleh Penerbit MIB indonesia.

Kemarin (25/1) sore, MIB (Makassar Indie Books) berhasil me-launchingkan buku puisi kedua bagi penulis Makassar di awal Tahun 2018. Tepat pada kamis pukul 17.00 sore, acara Launching buku ‘Menafsir Cinta’, Talkshow Kepenulisan Puisi oleh Liyana Zahirah serta Talkshow Cara Menerbitkan Buku di MIB Indonesia oleh Aurora Rahmah, dan dibuka oleh Ayreza selaku MC.

Telah memilih tempat yang strategis di bagian tengah Kota Makassar yaitu di pasar segar, acara berpusat di Cafetaria 99 lantai 2.

Penulis buku tersebut bernama Muh. Ma’sum Jafar, terlahir di bumi Gowa pada 1 Januari 1996. Sejarah mencatat, langkahnya mulai dari SDN 362 Parigusi, SMPN 2 Bajo dan SMA 2 Bajo, dan sampai saat ini melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Ia juga memegang prinsip yaitu: ‘dengan berliterasi jalan hidup akan terpahami keberadaannya.’

“Kesibukan saat ini sebagai Owner Pondok Literasi di Jawa Barat tepatnya di Bandung dan diselingi dengan bertani karena saya seorang petani.” Kata penulis.

“Mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk para petani Indonesia, kita masih dapat hidup sampai saat ini karena mengkomsumsi nasi yang berasal dari beras buah karya tangan para petani.” Tanggapan Azimah Nahl selaku moderator saat itu.

Ma’sum sapaan akrabnya sangat suka ber-filsafat, buktinya sekarang ia berkecimpung di Lyceum Philsophia Institue (lembaga pengkaji dan penerbitan filsafat), paradigma institute, Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertaqwa Universitas Negri Makassar (LKIMMB UNM) dan Organisasi Mahsiswa Pemuda Intelektual Sul-Sel (OMPI Sul-Sel).

“Ide menulis datang dari bisikan atas beragam realitas, semisal: atas aktivitas sosial, budaya, agama dan pendidikan,” lanjut penulis.

Penulis kelahiran Gowa Makassar ini, berharap dalam buku ini, semoga pembaca dapat memahami pesan yang disampaikan penulis. Semoga cinta dapat dijadikan sebagai landasan hidup untuk beraktivitas, terutama meretas/menggerus kemiskinan, keseweng-wenagan dan ketidak adilan. Semoga buku ‘Menafsir Cinta’ dapat menjadi penawar (obat) bagi jiwa-jiwa yang kekeringan akan kebajikan.

Menurut Asratillah S. Selaku pembaca buku ‘Menafsir Cinta’, bukan buku yang membahas tentang cinta melankolis tetapi membahas tentang kecintan Tuhan dan bergenre Religius.

“Bagi saya, agar cinta tak hanya jadi momen kaku belaka, agar cinta tak hanya menjadi momen ‘orgasme sesaat’ belaka, maka kita perlu menafsirnya. Kenapa kita perlu menafsir cinta? Karena cinta adalah peristiwa dan proses yang dialektis, dan hanya bermakna bagi kita, jika kita berusaha untuk menafsirnya. Saya beranggapan bahwa ‘manusia sebagai pendamba cinta’.” Ungkapnya.

“Cinta bukanlah salah satu bagian dari hidup kita, tapi hidup itu sendiri (lalu bagaimana dengan iman dan harapan dan momen-momen lainnya?). Maka ‘Menafsir Cinta’ pada dasarnya menafsir hidup itu sendiri. Lalu bagaimana cara menafsir cinta? Sederhanya kita pada dasarnya, perlu untuk duduk diam, sejenak mengambil jarak sejenak dari pengalaman-pengalaman eksitensial seperti cinta, kematian, rindu, dan semacamnya, lalu mempertanyakan, memberikan catatan-catatan kaki secara batin.” Kata beliau yang juga menjabat sebagai Direktur Profetik Institute.

“Menafsir Cinta adalah makanan lezat bagi para penafsir cinta dan minuman sejuk bagi para pemakna Cinta.” Kata Nur Rahmah selaku Editor MIB Indonesia.

“Ada dua tips-tips menurut saya untuk memulai puisi yaitu: 1. Mengikuti lomba-lomba menulis puisi 2. Tunjuk Pembaca petama (yang dapat memberikan koreksi yang membagun).” kata Liyana Zahirah menjawab pertanyaan peserta selaku pemateri Talkshow Puisi.

Saat Talk Show ’Cara menerbitkan Buku di MIB Indonesia’, perempuan yang menjabat sebagai Pimred (Pimpinan Redaksi) MIB indonesia menjelaskan bahwa bagi yang mau menerbitkan buku silakan kirim naskah dan memenuhi biaya terbit. Untuk info lengkapnya silakan hubungi (085256421347) Suci Muslimah selaku Sekretaris Redaksi MIB Indonesia.

Launching buku kemarin menyerupai panggung puisi yang beraktorkan penulis ‘Menafsir Cinta’, serta spesial performance dari Tanda Seru dan Senandung Musim.

Persembahan musikalisasi puisi oleh Senandung Musim

Kurang rasanya bila suatu kegiatan tanpa adanya file-file kenangan yang dibekukan oleh lensa kamera Adrian Ian selaku fotografer andalan Pecandu Aksara dan MIB Indoneisa.

 

Azimah nahl
Sekretaris Redaksi MIB Indonesia dan anggota komunitas Pecandu Aksara

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here