Demam Nifas dan Cara Pencegahannya

0
12
views

Apakabarkampus.com-Masa nifas adalah masa setelah persalinan selesai, dan berakhir setelah kira-kira enam minggu . Pada masa ini terjadi perbaikan dari alat-alat reproduksi ibu yang telah melahirkan. Pada masa nifas juga rentan untuk terjadi infeksi. Demam pascapersalinan atau demam nifas adalah demam yang timbul pada masa nifas oleh sebab apapun. Menurut Joint Committee on Maternal Welfare definisi demam pascapersalian ialah kenaikan suhu tubuh ≥ 38 0 C yang terjadi selama 2 hari pada 10 hari pertama pascapersalinan, kecuali pada 24 jam pertama pascapersalinan, dan diukur dari mulut sekurang-kurangnya empat kali sehari.
Kebanyakan infeksi nifas disebabkan oleh bakteri yang aslinya memang ada dijalan lahir. Bila dilakukan isolasi bakteri penyebab infeksi nifas biasanya akan terisolasi berbagai spesies bakteri. Meskipun bakteri tersebut sebenanrnya mempunyai virulensi yang rendah, bila terdapat pada hematoma atau jaringan yang rusak akan menjadi pathogen.
Demam nifas dapat dilakukan pencegahan. Pencegahan dapat dilakukan selama kehamilan, selama persalinan, ataupu selama nifas. Selama kehamilan dapat dilakukan dengan perbaikan ztatus gizi, pencegahan anemia, dan perawatan antenatal yang adekuat merupakan upaya pencegahan timbulnya infeksi nifas. Selain itu, perlu ditambahkan senam/olahraga yang sesuai untuk meningkatkan kebugaran ibu hamil.
Selama persalinan semua prosedur yang dilakukan harus dalam keaadan bebas kuman. Sesudah persalinan biasanya terdapat luka-luka dibeberapa tempat jalan lahir. Pada hari-hari petama pascapersalinan harus dijaga agar luka-luka tersebut tidak dimasuki kuman-kuman dari luar. Oleh karena itu semua alat dan kain yang berhubungan dengan daerah genital harus suci hama. Pengunjung-pengunjung dari luar hendaknya pada hari-hari pertama dibatasi sedapat mungkin. Selain menjaga kebersihan diri, istirahat harus dilakukan. Delapan jam setelah melahirkan, dianjurkan untuk tidur terlentang untuk mencegah perdarahan pascapersalinan. Setelah delapan jam, dianjurkan miring kiri atau kanan untuk mencegah penyumbatan darah. Dilakukan rawat gabung antara ibu dan bayi.
Pada hari kedua dilakukan tidur terlentang dengan lengan disamping, menarik otot perut selagi menarik napas, tahan napas ke dalam dan angkat dagu ke dada: tahan sampai hitungan kelima. Rileks dan ulangi sebanyak sepuluh kali. Lakukan latihan kegel, Berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot-otot pantat dan pinggul dan tahan sampai 5 hitungan. Kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
Pada ibu yang telah melahirkan, berkemih harus dilakukan secepatnya dan dilakukan sendiri. Bila tidak mampu maka dilakukan pemsangan kateter.Buang air besarharus dilakukan 3-4 hari setelah melahirkan.

Wiknjosastro, H., et al. 2007. Ilmu Kandungan, Ed ketiga. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

Annisa Riska Yanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here