Ikhlas (Bagian 2)

1
11
views

Apakabarkampus.com – Tujuan kita hidup di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada ALLAH swt., ibadah di sini memiliki banyak jenis, tidak sebatas hanya pada perkara sholat, puasa, sedekah, dan lain-lain, namun bekerja pun bisa menjadi ibadah.

Tapi kadang kala, ibadah itu ada yang diterima dan adapula yang di tolak, tergantung dari keikhlasan niat. Wawlahu a’lam (hanya ALLAH yang tau).

Kita tidak bisa menilai bahwa amalan yang kita kerjakan sudah ikhlas atau belum, makanya kita harus senantiasa terus berusaha mengiklankan niat hanya semata-mata mengharapkan Wajah ALLAH swt.

Beberapa pekan yang lalu, MIM (Markaz Imam Malik) telah menggelar Kajian tentang ‘Ikhlas’, namun belum selesai.

Senin (29/1) malam, MIM kembali melanjutkan pembahasan tentang ‘Ikhlas’ yang dibawakan langsung oleh ustadz Harman Tajang hafizhahullah.

Kembali bertempat di Masjid Nurul Hikmah, jl. RSI Faisal 14 no. 14, Makassar, kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah.

MIM juga merangkaikan kegiatan ini dengan buka puasa—sunnah senin—bersama.

“Amalan yang diterima di sisi ALLAH hanyalah amalan yang semata-mata karena keikhlasan,” ujar pemateri.

Beliau juga mengutip QS. Hud ayat 15-16 yang berbunyi, “barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali Neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

Direktur MIM ini, juga menjelaskan tentang tidak pantasnya seseorang itu menangis hanya karena persoalan dunia, “dunia ini terlalu hina untuk membuat anda menangis.”

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here