Ujian Santri di Makassar capai hingga 4.000 peserta.

0
147
views
Suasana pelataran para orang tua santri menunggu anaknya yang sedang ujian.

Apakabarkampus.com – Munaqasyah Santri ke-21 Kota Makassar yang dilaksanakan pada Minggu (04/01) bertempat di SMANSA Makassar dengan diikuti oleh 1,444 peserta ujian santri sekota Makassar salah satunya TPA Almuqarramah unit 017 Rappocini, TPA Khairul Anam Manggala, TPA Al Muqarramah Tello dan TPA Hidayah Tello.

Suardi Selaku Direktur Lembaga Pengembangan dan Pendidikan Taman Kanak-kanak Al-Quran (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) kota Makassar menuturkan tujuan dari dilaksanakannya ujian santri kali ini.

“Tujuannya adalah untuk menguji Anak-anak santri TKTPA yang ada di bawah binaan kita untuk mendapatkan sertifikat baca tulis Al-Quran atau yang kita sebut ijazah mengaji,” tutur Suardi.

Suardi melanjutkan, jadi kalau kita di LPPTKA BKPRMI memang punya kurikulum sendiri, jadi kurikulum ini kan target, target yang dicapai anak ketika ingin menyelesaikan pendidikan di lembaga kita, Lanjutnya.

Nah ada sekitar 400 TKTPA yang bergabung di LPPTKA BKPRMI, dan bedanya kita dengan lembaga lain adalah memang kalau kita melaksanakan ujian, benar-benar berdasarkan kurikulum, jadi sejumlah materi yang dipelajari anak-anak itu selama mengaji itu yang diujikan.

TPA Almuqarramah unit 017 Rappocini salah satu peserta ujian yang turut ikut dalam Munaqasyah tahun ini.

Misalnya tadarus Al-Quran, itu betul-betul yang fasih yang kita luluskan, kemudian Surah-surah pendek itu mereka harus menghafal 28 surah, mulai dari An-Nas sampai dengan Al-A’la, sambung Suardi.

Kemudian doa harian 28, ayat pilihan 9 kemudian praktek wudhu dan praktek sholat, dan ujian itu kita bagi dua sebenarnya, dan tadi yang saya sebutkan itu ujian lisan, nanti ujian lisan ini ditempatkan di setiap kecamatan.

Jadi ada satu masjid yang kita tunjuk untuk melaksanakan ujian, dan kebetulan yang sekarang ini adalah ujian tulis, Dinul Islam, Ilmu tajwid, kemudian tahsinul kitaba, jadi sekitar 8 materi harus dikuasai anak dan itu kita ujikan memang dan yang betul-betul lulus itu lah yang memang menguasai, tambahnya.

Suardi pun menghimbau kepada Masyarakat agar kiranya Masyarakat memasukkan anak-anaknya di TKTPA di bawah naungan BKPRMI.

“Ini juga penyampaian kepada Masyarakat bahwa begitu pentingnya pembelajaran Quran khususnya di Kota Makassar ini, sehingga orang tua itu diharapkan bisa memasukkan anaknya di TKTPA yang di bawah binaan LPPTKA BKPRMI Kota Makassar,” ucapnya.

Suardi (Kemeja putih) dan Abdul Safrin (Kemeja batik gelap selaku pimpinan TPA Almuqarramah unit 017 Rappocini).

Ia pun berpesan kepada pihak pemerintah agar pemerintah dapat lebih memperhatikan para guru-guru santri yang ada di bawah naungan BKPRMI Kota Makassar ini yang berjumlah kurang lebih 5,000 orang.

“Jadi kalau kepada Pemerintah, Alhamdulillah sejak tahun 2012 itu sudah keluar Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2012 tentang pendidikan Al-Quran khusus kota Makassar, Tapi mungkin penerapan maksimal dari pada penelitian belum,” lanjutnya.

Salah satu contohnya ijazah anak-anak kita mengaji ini belum terlalu diakomodir ketika mereka ingin masuk di SMP atau SMA begitu, kita maunya bahwa ketika mereka masuk SMP ijazah itu dicari begitu, apakah dia sudah bisa mengaji atau belum dan dibuktikan dengan ijazah tersebut, tambahnya lagi.

Kemudian kita tentunya berharap bahwa teman-teman guru mengaji ini kita kan tau bahwa Walikota Makassar punya program memberikan insentif kepada guru mengaji setiap tahun, dan tahun lalu itu ada 2000 orang yang diberikan dan di lembaga kami itu bisa terakomodir karena kita punya guru mengaji sekitar 5000 orang di kota Makassar.

Makanya kita berharap, pemerintah juga punya kepedulian terhadap guru guru mengaji yang ada di LPPTK BKPRMI Kota Makassar, tutup Suardi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here