Auman ‘Mulut Dari Timur’ Getarkan Sultan Alauddin

0
89
views

Makassar, apakabarkampus.com- ‘Mulut Dari Timur’ mengaum dalam agenda launching buku di Komunikafe jalan Sultan Alauddin II, Kamis malam (15/03).

Hadirnya buku kumpulan sajak Ahmad Fadhil Imran yang tergabung dalam tajuk ‘Mulut Dari Timur’ telah membuka mata banyak orang bahwa berkarya tidak harus mengikuti pangsa pasar semata tetapi harus mampu menciptakan ruang sendiri bagi para penikmat sastra.

Fadhil menuturkan bahwa hadirnya ‘Mulut Dari Timur’ ini sebagai alat penegasan bahwa sastra selalu memiliki ruang untuk menyampaikan keresahan sosial yang terjadi di sekitar kita.

“Tujuan saya menghadirkan ‘Mulut Dari Timur’ ini karena saya mau memberikan virus kepada lingkungan saya bahwa menyampaikan aspirasi kepada birokrasi tidak melulu lewat lembar penyataan sikap,” ujarnya.

Selain sebagai alat penyambung lidah dari rakyat ke pemerintah, buku ini juga merupakan rekam jejak berbagai peristiwa penting yang terjadi di negeri ini.

“Buku ini juga menyimpan rekam jejak berbagai peristiwa penting yang tejadi di sekitar saya, mulai dari adu domba hukum, penggusuran dan berbagai fenomena miris lainnya,” tegas Fadhil.

Demisioner presiden BEM FE UNM ini juga bercerita tentang proses kreatif lahirnya buku ‘Mulut Dari Timur’. “Ada banyak suka-dukanya dalam proses melahirkan buku ini. Saya harus benar-benar belajar dari keadaan dan melebur bersama orang-orang yang dinomorduakan.”

“Ada dua rumah yang menuntun saya sampai bisa melahirkan dua buku (‘Manusia-sia’ dan ‘Mulut Dari Timur’). Pertama komunitas Aksara Merdeka yang bergerak di bidang Literasi dan yang kedua adalah Bank Sastra Kampung Seni Akuntansi,” tutup pemuda asal Mamuju ini.

Pembacaan sajak ‘Mulut Dari Timur’ oleh penulis disambut gemuruh tepuk tangan tamu undangan. Agenda sesi foto bersama juga turut mewarnai kegiatan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here