Pembimbingan KUMKM SulSel dan Pengenalan ISO.

0
30
views

Apakabarkampus.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia mengadakan kegiatan Konsultasi dan Standardisasi KUMKM.

Dalam kegiatan ini bukan hanya Standardisasi Sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) Produk KUMKM, tetapi termasuk pelatihan dan pengenalan sistem manajemen Internaltional Organization Standardization (ISO).

Sepanjang berlangsungnya materi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 versi 2015 dan HACCP atau sistem manajemen keamanan pangan. Agus Sunaryo memaparkan panjang lebar dalam bentuk power point. Mulai dari apa itu ISO, pentingkah ISO, bagaimana cara dapatnya dan apa keuntungannya.

Agus Sunaryo memaparkan materinya.

Agus Sunaryo dari PT. Bumi Hijau Cemerlang menjelaskan bahwa Sistem ISO ini merupakan sistem yang bersifat Generik.

“Jadi gini, sistem ini memang bersifat generik, dalam artian ini dapat diterapkan pada semua level organisasi, mulai dari IKM sampai dengan yang besar,” ungkapnya saat ditemui di ruang sholat hotel Gammara Makassar. Selasa, (24/04).

Menurutnya, memang Sistem Manajemen Mutu 9001 2015 ini sudah sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha yang dikarenakan tuntutan zaman yang mengharuskan ada sistem perbaikan yang akan menyelamatkan bisnis mereka lewat sistem yang sudah teruji.

Dan nantinya, para pelaku bisnis ini akan mampu bersaing hingga kepada level atas dan akan banyak diminati oleh para pembeli yang disebabkan sistem manajemen usahanya sudah teruji dan terpercayai.

“Dengan adanya sertifikat ISO 9001 2015 ini maka permintaan pasar akan meningkat dan pembeli akan semakin yakin karena sudah diakui. Siapa yang mengakui? Dari pihak ketiga, siapa? Lembaga independen yang mensertifikasi, dengan apa? Dengan sistem manajemen mutu ISO 9001 2015 maupun HACCP,” terangnya.

Agus menjelaskan lebih lanjut, pada sistem manajemen ini ada penerapan, peninilaian, dan setelahnya dievaluasi. Dan sistem ini minimal harus diterapakan dulu 1-3 bulan. Karena harus dilihat dulu sistemnya, dokumennya dan bukti penerapannya.

Pada 3 komponen itu, sistem, dokumen dan bukti penerapan, dan yang dinilai di sini adalah bukti penerapannya. Sesuai tidak dengan apa yang direncanakan, apa yang ditulis dengan yang diterapkan, konsisten tidak dengan dokumen yang telah disiapkan atau kah tidak.

Agus menegaskan bahwa sertifikasi ini tidak bisa dibeli, karena ini membutuhkan proses pengujian sebelum keluarnya sertifikat.

“Mohon maaf, sertifikasi sistem ini tidak bisa dibeli, karena harus ada proses penerapan dulu, dinilai kesesuaiannya, setelah itu barulah keluar sertifikatnya. Jadi seperti itu,” tutup Agus Sunaryo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here