Dosen STIA Bina Taruna Gorontalo Raih Gelar Doktor di UNM

0
118
views

Apakabarkampus.com – Peran pengambil keputusan dalam penyusunan disain program pengembangan kapasitas aparatur, penentuan jenis program, pelaksanaan program, dan dalam pencapaian belum maksimal. Setiap SKPD belum memiliki pedoman yang dapat dijadikan acuan untuk pelaksanaan pengembangan aparaturnya.

Demikian antara lain temuan penelitian disertasi Sofyan Alhadar yang berjudul “Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Aparatur di Provinsi Gorontalo” yang disampaikan dalam sidang ujian promosi doktor untuk meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Administrasi Publik, pada Rabu, (2/5) di Aula PPs UNM.

Sidang dipimpin Prof.Dr.Anshari,M.Hum., dengan anggota: Prof.Dr. Muhammad Basri,M.Si., Dr. Muhammad Nur Yamin, M.Si., Prof.Dr.Amir Imbaruddin, M.DA.,Ph.D., Prof.Dr.Haedar Akib, M.Si., dan Dr. Muhammad Said Saggaf, M.Si.

Dosen STIA Bina Taruna ini menemukan pula bahwa program pengembangan kapasitas aparatur masih difokuskan pada kegiatan diklat sehingga pengembangan kapasitas secara menyeluruh belum berkembang ke arah sistem inovasi nasional untuk penguatan kelembagaan.

“Determinan pengembangan kapasitas berkelanjutan masih terbentur pada kepemimpinan yang belum responsif dalam mengejawantahkan program pengembangan kapasitas, belum transparannya pengambilan keputusan peserta diklat pengembangan,” tegas Sofyan yang menyelesaikan S2 di UGM Yogyakarta.

Menurut Ketua Komisariat Daerah Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Alkhairat Kota Gorontalo, belum ada komitmen bersama dalam penyelenggaraan program pengembangan aparatur di setiap SKPD dan minimnya dukungan fasilitas kerja bagi terselenggaranya program pengembangan yang berkelanjutan karena keterbatasan anggaran.

Setelah menjawab semua sanggahan dan bantahan dewan penguji, Sofyan Alhadar dinyatakan lulus dengan IPK 3,77 dan predikat kelulusan sangat memuaskan. Mantan anggota DPRD Gorontalo itu memperoleh nilai A dalam ujian promosi, doktor ke-698 PPs dan doktor ke-279 prodi Ilmu Administrasi Publik.

Menurut Prof.Dr.Anshari,M.Hum. selaku Asdir Bidang Kerja Sama dan Publikasi, doktor baru yang dihasilkan prodi ini merupakan politisi dan dosen. Bertambahnya doktor prodi AP semakin menunjukkan eksistensi prodi ini yang telah terakreditasi A. (*)

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here