Fiqh Praktis Puasa

0
39
views

Apakabarkampus.com – Tak terasa, bulan yang dirindukan oleh hampir seluruh kaum muslimin sudah dekat, bulan dimana pintu pengampunan dari Sang Pencipta terbuka lebar, yakni bulan ramadhan.

Di bulan tersebut, seluruh ummat muslim diwajibkan untuk berpuasa, mulai dari terbitnya matahari sampai dengan terbenamnya. Tak hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun lebih dari itu, mereka juga diperintahkan untuk menahan diri dari berbuat keburukan dan dosa-dosa lainnya.

“Tujuan utama ALLAH swt. memerintahkan kita untuk berpuasa pada bulan ramadhan adalah agar supaya kita menjadi orang yang bertaqwa.” Ujar ustadz Muhammad Syahrir saat membawakan Kajian Spesial di Masjid Nurul Hikmah, jl. RSI Faisal 14 no. 14, Makassar. Jum’at (4/5) malam.

Beliau juga membacakan ayat tentang perintah bertaqwa yang merupakan hasil yang ingin dicapai ketika berhasil melewati bulan puasa.

“Kami sungguh telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu, bertaqwalah kepada Allah”. (QS. An Nisa [4] : 131).

Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan adab-adab yang harus dilakukan ketika sedang berpuasa.

1. Menjaga Lisan

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy).

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka ALLAH tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

2. Menjaga Perbuatan dan Anggota Tubuh

“Barangsiapa salah satu di antara kalian di pagi hari dalam kondisi berpuasa, maka jangan berkata jorok dan jangan bersikap bodoh. Kalau ada seseorang yang menghardiknya atau menghinanya maka katakan kepadanya, sesungguhnya saya sedang puasa, sesungguhnya saya sedang puasa.” (HR. Bukhari, no. 1894 dan Muslim, no. 1151).

Kemudian, ustadz Syahrir juga menyebutkan beberapa sunnah di bulan puasa.

1. Makan Sahur

“Jangan sampai kita makan sahur, hanya untuk kuat berpuasa, tapi lebih dari itu, kita harus meniatkan sahur ini adalah sunnah, mengikuti Rasulullah saw.” Tambah ustadz Syahrir.

“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

2. Mengakhirkan Makan Sahur

”Dari Zaid bin Tsabit ra, ia berkata, ”Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW. Lalu kami melaksanakan shalat Shubuh.’ Seseorang bertanya kepada Zaid, ‘berapa lama antara (selesainya) makan sahur dengan shalat Shubuh itu?’ Zaid menjawab, ”(Bacaan) 50 ayat’.” Hadis muttafaq alaih.

3. Menyegerakan Berbuka

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).

“Namun, menyegerakan berbuka disini bukan berarti berbuka sebelum waktunya, misal berbuka 1 sampai 5 menit sebelum waktu berbuka, itu malah justru membatalkan puasa. Namun, yang dimaksud bersegera disini adalah ketika sudah masuk waktu berbuka, maka ia segera berbuka.” Tambah ustadz Syahrir.

4. Berbuka Dengan yang Manis

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud).

5. Memperbanyak Berdoa

“Sesungguhnya ALLAH membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid 10: 14).

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here