Mush’ab bin ‘Umair

0
103
views

Apakabarkampus.com – Mush’ab bin ‘Umair merupakan salah satu sahabat Rasulullah saw. yang mulia, beliau merupakan orang pertama yang membuka lahan dakwah di kota Madinah.

Bertempat di Masjid Nurul Hikmah, jl. RSI Faisal 14 no. 14, Makassar. MIM (Markaz Imam Malik) kembali menggelar Kajian Spesial dengan tema ‘Mush’ab bin ‘Umair’. Jum’at (11/5) malam.

Ustadz Faisal Abd. Rahman selaku pemateri menceritakan biografi singkat dari sahabat yang mulia tersebut.

Ustadz Faisal mengatakan bahwa ditangan beliau (Mush’ab), masuk Islam Saad bin Mu’adz—sahabat yang ketika mati berguncang ‘Arsy ALLAH.

Singkat cerita, beliau (Mush’ab) adalah anak yang sangat dimanja oleh orang tuanya, beliau juga merupakan keturunan dari orang-orang yang mulia dan kaya raya. Segala kebutuhannya dipenuhi oleh kedua orang tuanya. Bahkan di suatu kisah diceritakan bahwa ketika ia melewati suatu lorong/jalan, bau harum parfumnya tercium sekalipun ia sudah tidak ada di jalan tersebut. Ini menunjukkan betapa mahal, harum dan mewahnya parfum yang ia gunakan.

Bahkan, tidak ada satupun orang tua di Makkah yang tidak menginginkan Mush’ab bin ‘Umair menjadi menantunya. Tidak ada satupun wanita di kota Makkah yang tidak menginginkan Mush’ab bin ‘Umair menjadi suaminya, saking populernya beliau.

Beliau juga adalah seorang yang tidak terlalu luas pergaulannya, sebab, salah satu dari adab jahiliyah adalah orang-orang yang kelas atas, tidak akan bergaul dengan kalangan bawah, begitupun sebaliknya. Jadi, ia sangat dikontrol pergaulannya, bahkan sampai makanannya pun dijaga, tidak boleh makan sembarangan.

Ketika Rasulullah saw. diperintahkan oleh ALLAH swt. untuk berdakwah secara terang-terangan, maka sampailah dakwah tersebut kepada Mush’ab bin ‘Umair. Ia merasa bahwa ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. berbeda dengan ajaran yang dibawakan oleh nenek moyangnya. Akhirnya beliau mulai mencaritahu dimana Rasulullah mengajarkan ajarannya.

Akhirnya, ia pun mendapatkan tempat dimana Rasulullah saw. dan sahabatnya menjalani proses belajar-mengajar tentang Islam, yakni di rumah Arqam bin Abdul Arqam, tepatnya di bukit Safa.

Sampai kemudia beliau terkesima dengan ayat-ayat yang disampaikan oleh Rasulullah saw., dan akhirnya saat itu juga masuk Islamlah Mush’ab bin ‘Umair di rumah Arqam.

Karna isu-isu Islam saat itu sangat sensitif, maka beliau menyembunyikan keislamannya, bahkan kepada orangtuanya sekalipun.

Ketika ia ketahuan bahwa telah memeluk agama Islam, ibunya sangat marah terhadapnya. Bahkan ibunya sampai mendudukan ia dan hampir saja melayangkan tangannya ke wajah anaknya sendiri, namun kembali ia urungkan.

Mulai saat itulah Mush’ab dikurung di kamarnya, tidak diizinkan untuk keluar rumah. Namun, karena kerinduan yang mendalam terhadap Rasulullah saw. dan ayat-ayat yang dibacakan kepadanya, akhirnya ia pun berfikir keras tentang bagaimana cara keluar dari kurungan ini.

Sampai di suatu malam, penjaga yang ditugaskan oleh ibunya untuk mengawasi Mush’ab, lalai. Dan akhirnya Mush’ab berhasil untuk keluar dan bergegaslah ia menuju Rasulullah saw.

Saat ibunya mengetahui hal tersebut, ia pun memboikot Mush’ab, Mush’ab tidak lagi diberi fasilitas yang mewah sebagaimana sebelumnya. Mush’ab hidup dalam kemiskinan semata-mata demi untuk mempertahankan aqidah Islamnya.

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here