UKM Seni dan Budaya Tanawali Tampil Menghibur di Acara Pertemuan Gabungan PIKK PLN Tingkat Kitlur Sulawesi

0
27
views

Apakabarkampus.com – Apresiasi dan acungan jempol patut diberikan pada mahasiswa STIKES Tanawali Persada Takalar yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahassiwa (UKM) Seni dan Budaya Tanawali. Meski terbilang pemain baru di kalangan UKM Seni mahasiswa se-Sulsel, namun prestasi membanggakan sudah bisa diperlihatkan.

Apa itu? Ya, UKM Seni ini rupanya sudah berani tampil di sejumlah acara, tidak saja di kegiatan kampus internal semata, tapi sudah mampu mengasah kemampuan mereka menari didepan perusahaan BUMN ternama di Indonesia dengan didaulat sebagai pengisi acara.

Adalah PT. PLN Persero yang beberapa waktu lalu dilaksanakan di PLTU Bosowa yang Bertempat di desa Punagaya Kec. Bangkala, Kab. Jene’ponto, yang dimana UKM Seni dan Budaya Tanawali telah diberikan ruang untuk menampilkan kepiawaian para mahasiswa ini menari, dalam gelaran acara bertajuk ‘Pertemuan Gabungan PIKK PLN Tingkat Kitlur Sulawesi’.

Pada acara tersebut, UKM Seni dan Budaya Tanawali dipercayakan membawakan tarian khusus untuk menyambut tamu kehormatan.

Menurut Kordinator Divisi Tari, UKM Seni dan Budaya Tanawali Erditiyanah, bisa menjadi bagian dari event besar tersebut tentunya menjadi hal yang menyenangkan, karena tidak saja sekadar menghibur para tamu yang hadir, tapi juga, kata dia, tim UKM Seni dan Budaya Tanawali tentu mengambil peran dalam memperkenalkan keanekaragaman budaya di Indonesia, khususnya Sulsel, melalui pagelaran tari Paddupa yang tentu sangat terkenal di setiap ada seremonial kegiatan di Sulsel.

“UKM Seni ini hadir tidak hanya melebarkan sayap semata, melainkan agar seni dan budaya di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan tetap di lestarikan. Siapa lagi yang harus menjunjung nilai kesenian ini sementara kita semua adalah generasi penerus bangsa, banggalah dengan seni dan budaya kita yang beragam, karena bersatu kita menjadi sesuatu.” Ujarnya.

Tari Paduppa, adalah tarian untuk menyambut tamu terhormat. Dahulu, ditarikan pada setiap acara penting untuk menjamu Raja, dengan suguhan kue-kue sebanyak 2 kasera.

Juga ditarikan saat menyambut tamu agung, pesta kebiasaan serta pesta perkawinan.(*)

 

Irfan Aman

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here