BAN PT Visitasi Usulan Prodi S3 Administrasi Pendidikan PPs UNM

0
34
views

Apakabarkampus.com – Setelah melalui proses penilaian berkas borang (desk evaluation) usulan penyelenggaraan Program Studi Doktor Administrasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) dapat disetujui untuk dilaksanakan visitasi lapangan sebagai syarat pendirian prodi baru. Karena itu, asesor BAN PT dan Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti melakukan kunjungan ke PPs UNM pada 23-24 Juli 2018.

Prof.Dr. Safnil Arsyad sebagai ketua tim asesor menyampaikan bahwa pengecekan lapangan untuk dapat merevisi usulan prodi baru agar layak dibuka. Menurut Guru Besar Universitas Bengkulu itu, para asesor bertugas hanya memastikan bahwa semua dokumen memenuhi syarat.

Tim asesor yang ditugaskan selain Prof.Dr. Syafnil Arsyad, Prof.Dr.Yulianto, dan Prof.Dr.Hilda Zulkifli. Dalam diskusi awal, tim asesor sangat menekankan bukti karya ilmiah dosen yang terpublikasi di jurnal internasional terindeks scopus. Syarat utama ini yang sangat penting dalam pembukaan prodi doktor. Tim juga menekankan rasio dosen home base dan jumlah mahasiswa yang akan diterima.

Prof.Dr.Hamsu Abdul Gani,M.Pd. selaku Direktur PPs UNM dalam sambutan pembukaan visitasi menjelaskan kondisi akademik di PPs UNM. Menurut Guru Besar FT UNM, pimpinan universitas dan PPs telah berkomitmen untuk menyelenggarakan prodi baru ini dengan seoptimal mungkin.

“Sebagai bagian komitmen, kami tidak akan menerima mahasiswa doktor dengan jumlah banyak. Kami akan sesuaikan dengan rasio dosen, terutama pembimbing, dan jumlah mahasiswa yang diterima,” tegas Mantan PR III UNM.

Hadir dalam visitasi, WR I Prof.Dr.Rernat Muharram, para Asisten Direktur, Ketua Lemlit, Ketua LPM, Ketua Penjaminan Mutu, Guru Besar dan dosen home base, dan beberapa mahasiswa S2 yang potensial mengikuti program S3.

Menurut Prof.Dr.Anshari,M.Hum., jika usulan prodi doktor ini disetujui, maka prodi ini dapat mengakomodasi kebutuhan penyediaan kualitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.

“Pemerintah, dalam hal ini Dirjen Kelembagaan dan BAN PT, sangat hati-hati dalam meloloskan pembukaan prodi doktor karena persyaratannya sangat ketat, di antaranya dosen memiliki jurnal ber scopus, rasio dosen dan mahasiswa, dan keterlibatan dosen dalam riset,” kata Asisten Direktur Bidang Kerja Sama dan Publikasi. *)

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here