Pelayanan Disnaker Berbasis TIK Antar Husein AS Raih Gelar Doktor

0
19
views

Apakabarkampus.com – Salah satu yang menarik perhatian dalam kaitan dengan pelayanan publik, yaitu sinyalemen Dwiyanto (2009) bahwa kompetensi dan kinerja birokrasi publik dinilai masih rendah karena pejabat birokrasi cenderung lebih berorientasi kekuasaan dari pada pelayanan.

Sebagian dari aparatur pemerintah bahkan memperlakukan masyarakat pengguna jasa sebagai objek pelayanan yang membutuhkan bantuannya. Pejabat birokrasi yang langsung berhubungan dengab pengguna layanan atau warga masyarakat kurang mampu merespon dinamika yang berkembang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Demikian latar belakang yang dikemukakan Husain AS ketika mempertahankan disertasi dengan judul “Pelayanan Publik Pendaftaran dan Penempatan Pencari Kerja Berbasis TIK di Kota Makassar” di depan tim penguji yang diketuai Prof.Dr.Anshari,M.Hum. dengan anggota: Prof.Dr.Chalid Imran Musa,M.Si., Prof.Dr.Haedar Akib,M.Si., Prof.Dr.Jasruddin,M.Si., Prof.Dr.Rifdan,M.Si., Prof.Dr.Anwar Ramli,SE.,M.Si. dan penguji eksternal Prof.Dr.Hamka Naping,M.Si. pada Selasa, 7 Agustus 2018 di Aula PPs UNM.

Temuan penelitian dosen STKIP-PI Makassar menunjukkan pertama, pelayanan publik pendaftaran dan penempatan pencari kerja pada kantor Dinas Tenaga Kerja di Kota Makassar masih dilakukan sederhana, yakni pencari kerja berhadapan langsung dengan petugas.

Kedua, prototipe model pengembangan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna memudahkan pencari kerja dan pengantar kerja dengan cepat, mudah, dan murah sesuai dengan dinamika dan perkembangan zaman.

Sidang ujian promosi doktor menetapkan Husain AS meraih gelar doktor dengan IPK 3,67 atau predikat kelulusan sangat memuaskan.

Menurut Prof.Dr.Anshari,M.Hum. kajian disertasi Husain AR ingin memberi gagasan cerdas tentang orientasi perubahan pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan. Selama ini, pelayanan publik masih sangat sederhana dan manual.

“Ide penelitian ini sangat inovatif di tengah gelombang perubahan teknologi yang kian dahsyat. Saat ini, dunia telah berubah menjadi era digital. Era industri 4.0. Siapa pun harus berubah. Siapa yang tidak mau berubah pasti tergilas dengan evolusi zaman,” tegas Guru Besar FBS UNM. *)

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here