Alasan Perhatian Besar Peneliti Jepang Terhadap Lebah tanpa Sengat

0
34
views

Apakabarkampus.com – Kedatangan Professor Kumazawa dari Universitas Shizouka Jepang dan Professor Benyamin dari Universitas Indonesia di Luwu Utara untuk riset tanaman yang digunakan dalam budidaya lebah madu Trigona menjadi perhatian bagi masyarakat , Rabu (12/9). Lebah tanpa sengat atau yang lebih dikenal dengan lebah madu Trigona sp memiliki ruang tersendiri di dunia penelitian. Hal ini terbukti dari banyaknya publikasi studi baik berupa jurnal, buletin, artikel maupun buku.

Trigona sp tercatat ada sekitaar 202 jenis di dunia, kurang lebih 37 spesis ada di Indonesia, namun sayangnya hampir semua dari spesis itu di temukan oleh orang luar. Salah satu spesis yang dibudidayakan oleh Ketua Kelompok Usaha Perlebahan (FOKUP) Luwu Utara, Paimin Ponijan adalah Trigona biroi ditemukan oleh Friese pada tahun 1898.

Jenis lebah ini memang menjadi perhatian para peneliti di Jepang, bukan hanya senyawa yang dihasilkan tapi juga saat ini dianggap berpotensi untuk membantu penyerbukan tanaman yang di rumah kaca Jepang selama musim dingin. Mostoles dkk (CSSAC) menentukan kemampuan adaptasi Trigona biroi dengan memeriksa perkembangan lebah di kotak sarang yang dirancang Jepang. Kemampuan beradaptasi mereka terbukti hanya dalam 1 minggu setelah pemindahan tidak ada pelarian dari kotak sarang tersebut.

Produksi madu yang dihasilkan Trigona biroi berkisara antara 1-2 kg per koloni pertahun dan lebih asam jika dibandingkan dengan produksi madu Apis mellifera yang mencapai 10 kg per koloni per tahun. Meskipun demikian para peneliti meyakini bahwa khasiat dari lebah Trigona biroi lebih baik terutama kandungan fruktosa dan glukosanya.

Propolis sendiri merupakah hasil produksi dari dari Trigona biroi yang merupakan lilin dari getah yang bercampur dengan air liur lebah. Getah tersebut dikonsumsi Trigona biroi dari nektra dan batang yang dilukai. Propolis digunakan sebagai usaha pertahanan diri untuk melindungi koloni dari serangan predator. Manfaat yang sangat besar didukung dengan budidaya yang tidak terlalu sulit menjadikan eksplorasi lebah Trigona biroi semakin diminati. (Irma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here