Gema Pembebasan Unhas Menghidupkan Kembali Budaya Diskusi Pelataran

0
38
views

Makassar – Apakabarkampus.com – Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat Unhas menggelar diskusi pelataran di Lt3 Unhas pada Rabu sore (12/09).

Diskusi pelataran tersebut bernama Dialog Pembebasan yang bertemakan ‘Intelektual vis a vis Penguasa’ yang menggambarkan kondisi Indonesia saat ini.

Pelataran Lt3 Unhas

Menurut Yusuf Uno, bahwa Vis a Vis sendiri awal mulanya dari Prancis ketika terjadinya gejolak intelektual yang bersebrangan dengan penguasa.

“Vis a vis itu bermakna berhadap-hadapan atau terjadi pertentangan. Seperti halnya hari ini yang sering terjadi persekusi-persekusi oleh beberapa aktivis kampus yang tak pernah usai sejak dulu,” ungkapnya.

Yusuf juga menjelaskan bahwa, vis a vis ini juga kerap terjadi di Indonesia sejak dulu, sebagaimana kita tahu kasus 66, Malari 1974, Amarah 1996 di UMI Makassar dan tragedi Semanggi 1998 di Tri Sakti.

Tema Intelektual vis a vis penguasa saat ini merupakan wajah Indonesia di era Millenial yang terlihat sekarang ini antara rezim Jokowi-Jk dengan Mahasiswa.

Sebagaimana kita tahu sekarang bahwa nilai mata uang Rupiah sudah sangat memprihatinkan, sebab nilai rupiah sudah anjlok karena 1 dollar itu sama dengan Rp. 14.820.75. Ini salah satu kasus hangat dari bergudang-gudang masalah yang tertimbun di balik meja para mafia.

Tujuan dilaksanakannya Dialog Pembebasan ini adalah upaya untuk mengembalikan daya kritis Mahasiswa yang merupakan tugas dan fungsi sebagai mahasiswa yang sepertinya sudah mulai ditinggalkan di kampus merah Kawasan Timur Indonesia.

“Jadi kita laksanakan dialog ini adalah dalam rangka untuk mengajak, menyadari dan mengembalikan tugas dan fungsinya sebagai mahasiswa sebagai garda terdepan untuk mematahkan barisan pembodohan di dunia kampus,” tegas Yusuf saat ditemui di lokasi Dialog Pembebasan.(*)

Adji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here