Sambut Tahun Baru 1440 H, MTI Sulsel Gelar Tabligh Akbar

0
40
views

Apakabarkampus.com – Majelis Taqarrub Ilallah (MTI) Sulawesi Selatan mengadakan Tabligh Akbar dalam menyambut tahun baru 1440 Hijriah. Acara terselenggara di salah satu masjid di Makassar cukup menyita perhatian masyarakat sekitar khususnya yang hadir memenuhi Masjid. (Ahad, 9/9).

Dr. Mursyd Najamuddin, M.Si., selaku wakil ketua MTI dalam sambutannya menyampaikan bahwa hijrah adalah momentum yg sangat penting bagi umat Islam, sebab hijrahlah yang menjadi titik tolak perubahan total kehidupan kaum muslimin dari peradaban jahiliah menuju peradaban Islam.

“Memperingati momentum hijrah adalah salah satu peristiwa yg memiliki pelajaran penting dalam sejarah umat Islam dalam meninggalkan kehidupan jahiliyyah menuju peradaban Islam secara total,” tutur beliau.

Acara ini diisi dengan tausiyyah dari para ulama dan asatidz yang mengingatkan tentang arti penting momentum hijrah Rasulullah SAW. Diawali oleh KH. Dr. Muh. Azwar Qamaruddin LC. MA. (Pengasuh MTI Sulsel/Alumni Al Azhar Mesir), diantaranya ditegaskan bahwa yang melatarbelakangi hijrah Rasulullah SAW adalah “Amrun Rabbani” (perintah Allah) demikian juga hijrah itu ujian bagi umat Islam. “Hijrah adalah bentuk ujian ALLAH bagi kaum muslim di masa itu dengan meninggalkan kampung halaman keluarga dan harta mereka. Hijrah adalah momen Rosul membangun Institusi negara di Madinah. Untuk Menyebarkan dakwah Islam maka dibutuhkan sebuah kekuatan besar yakni institusi yg kuat,” tutur beliau.

“Momentum hijrah senantiasa menjadi pengingat bagi kita umat Islam bahwa ada sejarah penting dimana tersebarnya Islam bukan hanya karena akhlak semata, melainkan karena adanya Institusi yang kuat yang menyebarkannya ke seluruh dunia. Hijrah yang harus kita lakukan yakni hijrah bathiniah dan dzohiriyyah, sehingga Islam bisa tegak di bawah institusi daulah khilafah islamiyyah,” ungkap al Ustadz Dr. Arman Kamaruddin dalam orasinya.

Lebih di stressing lagi oleh Ustadz Nasaruddin Linggi Allo (sekjen Aliansi Umat Islam Sulsel) yang penuh semangat menyampaikan orasinya bahwa Hijrah itu adalah perpindahan dari negeri kufur menuju negeri Islam atau dalam istilah Arab disebut darul kufur dan darul Islam.

“Momentum hijrah sebagai momentum evaluasi bagi umat Islam. Hijrah adalah perpindahan dari darul kufur ke darul islam. Hijrah yg harus dilakukan saat ini adalah menyelamatkan Islam dari fitnah. Perjuangan kita adalah perjuang menerapkan islam secara total di dalam kehidupan,” tegas beliau.

Sesi tanya jawab menambah semaraknya acara dengan antusiasme peserta mengajukan pertanyaan.

Tausiyyah berikutnya disampaikan KH. Sudirman S.Ag., menyempatkan hadir disela padatnya kegiatan beliau karena cintanya beliau pada perjuangan ini, “saya mencintai perjuangan ini,” tegas beliau kepada hadirin. Beliau juga mengingatkan kondisi umat Islam terpuruk sebab mereka lupa bahwa mereka pernah menjadi umat yang besar ketika Islam mereka genggam sekuat tenaga.

“Kunci sukses hidup, Iman Benar, Hijrah benar, Jihad benar. Hijrah bukan sekedar pindah tempat tapi berpindah dari kekufuran ke dalam syariat ALLAH. Umat Islam jadi hina karena lupa pada sejarahnya sendiri, lupa bahwa mereka pernah menjadi kekuatan terbesar di dunia, dan rela meninggalkan fitrahnya.” Papar beliau.

Disela-sela berlangsungnya acara rombongan pawai Liwa-Raya yang konvoi mobil menyusuri jalan protokol di kota Makassar juga ikut bergabung, sehingga menambah semarak dan penuh haru oleh iringan shalawat badar.

Setelah doa dipanjatkan, maka acara Tabligh Akbar berakhir sebelum adzan sholat Dhuhur dikumandangkan, peserta kemudian bubar secara tertib, sebagian lainnya tinggal menunggu shalat.(*)

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here